Sekitar setengah jam lagi nyampe Bandung, di kereta gue ngobrol cukup seru dengan seorang bapak yang sebangku ama gue, sekitar usia 50-an. Lagi-lagi korupsi diomongin, kapan habisnya sih? Iya lah, itu sudah menjadi pekerjaan utama manusia-manusia negeri ini. Korupsi telah merambah hampir semua sektor. Atas bawah, kanan kiri, depan belakang. Praktek-praktek ini telah sangat merendahkan harkat dan martabat bangsa. Kita berprestasi dalam hal ini dengan mengukuhkan diri pada peringkat negara terkorup nomor 3, suatu peraihan yang luar biasa dan terus dipertahankan layaknya gelar juara.

Korupsi = penyakit dan kejahatan yang sangat luar biasa, dimana pemberantasannya butuh usaha dan upaya yang “canggih” dan luar biasa. Kasus Abdullah Puteh sudah menjadi langkah awal besar di dalam menunjukkan bahwa pemerintah mulai serius dalam upayanya. Tapi kemauan pemerintah di dalam memberantas manusia-manusia korup masih dianggap minus, setengah-setengah, dan pilih-pilih.

Ada beberapa hakim yang menangani kasus ini, hebatnya mereka belum menerima gajinya selama 7 bulan! Mereka hidup “mantab” (makan dari tabungan), dan mulai ke arah “matang” (makan dari utang). Bayangkan! Mereka yang bertugas mulia tentunya butuh makan dari hasil jerih payah, sebagai penunjang di dalam menjalankan pekerjaan yang menumpuk, prioritas tugas mereka lebih utama karena menyangkut masalah paling besar dan berlarut-larut di negeri ini, korupsi!

Entah apa yang salah, entah gimana bisa begitu. Prihatin banget. Sementara di sini lain, banyak manusia-manusia kotor yang bergelimpangan uang dari pekerjaan kotor pula, ongkang-ongkang dan mengangkangi hukum. Bahkan aparat pun ambil bagian dalam hal-hal itu. Memalukan? Jawab sendiri menurut Anda! Hukum dibuat untuk dilanggar, hukum dibuat untuk membuat sesuatu yang benar menjadi salah, salah menjadi benar.

“Haree geneee masih aja berantem??” Kelakuan wakil rakyat dan pemerintah masih memalukan di mata rakyat. Satunya bermaksud baik, satunya ga terima disepet. Satunya caranya ga pantas, satunya merespon dgn cara lebih arogan lagi.

Belum lagi saling sikut, sana sini sikat. Menggembungkan kocek sendiri dengan segala cara. Kepentingan-kepentingan pribadi/kelompok yang sering merugikan kemaslahatan rakyat banyak. Sudah sedari dulu aturannya bangsa ini maju dan kaya.

Kapan kita bisa maju seperti Malaysia, Singapura, Brunei, dan negeri jiran lainnya? Kalau mental pemimpin dan masyarakatnya masih punya penyakit di atas, juga permasalahan ekonomi tidak dibenahi segera secara sungguh-sungguh, mungkin ga akan pernah, kerna uda keburu kiamat.

Artinya kita akan melarat terus, antara maju dan mundur. Terus meneurs diberi mimpi oleh negara maju, kita akan terus terlena dalam kemerosotan. Ya nikmatilah.

Bentar lagi bawang merah bakal berkisar 7000-8000 rupiah perkilo. Sangat berpengaruh ke kocek gue yang sangat senang dengan bahan pokok ini. Gara-gara BBM mau dinaikin lagi, alhasil semua bahan-bahan pokok lainnya menjadi ikut-ikutan naik, alasannya beragam, yang utama karena biasa distribusi

PS: Sudah selayaknya ucapan Alhamdulillah dan terima kasih kepada Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pengasih, atas dibebaskannya Meutia Hafidz dan Budiyanto dari sandera pasukan Mujahidin Irak.

« »