Aku tidak bisa memungkiri hal ini, dan aku masih saja tidak bisa menghapusnya, tidak begitu mudah untuk melakukannya. Aku masih terbuai, aku masih dalam labirin itu.

Aku lalu terbangun dengan peluh yang melambari. Seakan ini bukan lagi cerita nyata, masih saja ini seperti tiada berakhir. Anehnya aku masih sempat untuk mengguratkan senyum di bibir ini, walau sesaat. Entah apa arti senyum itu. Tetap saja aku berada dalam labirin itu, seakan tak dapat menemukan jalan untuk keluar.

Sejenak, aku menerawang untuk mendapatkan jawaban akankah ini akan berakhir? Apa aku sudah benar-benar terbangun? Aku mengambil langkah, beberapa langkah untuk memastikan, untuk menjawab keingintahuan yang aku sendiri sangsi bakal mendapatkannya saat itu juga. Kulihat sekeliling, kudapati semuanya membisu, meja kursi gelas, bahkan foto itu pun tetap saja tersenyum tiada habisnya karena itu hanyalah sebuah gambar, masih tersirat sesuatu saat ku tatap untuk kesekian kalinya.

*hela nafas agak dalam*

Kembali aku rebahkan tubuh lelah ini, yang di dalamnya masih menyimpan sebuah ruangan yang pernah dicat sebuah warna, meski belum sepenuhnya selesai diwarnai, tapi warna itu tetap ada tidak luntur atau kusam.

Ku pejamkan mata ini kembali. Entah apa yang akan terjadi lagi esok, entah apa lagi yang akan aku dapati, aku terima.

Here I am
Lost in the light of the moon
That comes through my window
Bathed in blue
The walls of my memory divide the thorns from the roses
It’s you and the roses

Touch me and I will follow
In your afterglow
Heal me from all this sorrow
As I let you go

INXS – Afterglow

« »