Anjing, anjring, anjrit, anjrot, anjis, anjas, anying..
Dari kata dasar anjing, kemudian menjadi banyak variannya. Tambahkan jika ada lagi.
Binatang ini cukup populer apalagi di kalangan mereka yaitu manusia-manusia yang suka memaki atau kondisi emosional yang lagi naik turun. Kadang ga kenal waktu, mau pagi, siang kek, malem kek, mau di tempat mana pun kadang binatang tadi dijadikan pembuka atau penutup atau juga penegas suatu pesan tertentu dalam sebuah percakapan. Mau itu dilafazkan dengan teriakan atau dengan lembutnya.

Dengan menggunakan kata ini, bisa memuaskan emosi seseorang, berasa asem ni mulut atau pahit ni hati kalo ga mengikutsertakan kata ini di suatu kalimat berseru.

“Anjing, nyebelin banget tu cowok!”

Di sekolah pasti sudah diperkenalkan hewan ini. Mahluk berekor bergigi taring suka meraing dan menjulur lidahnya, dan mengejar-ngejar murid-murid pulang sekolah. Mahluk yang katanya sahabat setianya manusia. Yang juga terkadang bisa ‘makan tuan’.

Kenapa hewan ini jadi terkenal, sementara aslinya kita tau seperti apa. Sudah jelas, tiada malaikat satu pun akan datang untuk membawa rahmat-Nya jika ada anjing di rumah.

Terserahlah yang suka sama anjing, terserahlah orang yang suka ‘menyebut’ anjing, terserahlah orang yang mempelajari anjing, terserahlah orang yang takut sama anjing, itu semua hak masing-masing individu.

Anjing, kenapa sik semua jadi suka bilang anjing,..
anjing!

« »