March 20, 2007

Weekend kemarin hari yang melelahkan, sekaligus menyenangkan. Ada acara pernikahan salah satu dosen HI Ekstension yang menikah dengan salah satu mahasiswa HI Ekstension Unpad juga salah satu teman di kampus, perhelatan dilaksanakan di Bogor. Ga terlalu banyak yg hadir seperti yan diperkirakan, tapi beberapa teman yang berprofesi dosen HI juga turut hadir. Dan teman-teman dari mahasiswa HI ga seberapa yang bisa datang, mungkin dengan pertimbangan lokasi yang cukup jauh.

Gue dkk stay di rumah neneknya Yaya di perumahan Sempur. Dari Bandung kita berangkat Sabtu lepas Isya’, tapi mampir dulu di Daisuki, salah satu tempat favorit nongkrong, yaitu yoghurt-nya yang spesial. Lepas tu langsung ke Bogor lewat Puncak, mampir sebentar ngopi dan makan roti bakar. Serulah. Akhirnya sampe jam 12-an tengah malam di Bogor. Dan esok paginya udah harus berangkat ke gedung acara tsb.

Lepas dari acara itu, mampir bentar di Pie Apple yang ada nasi goreng rasa apel, dan pulang kita istirahat terus malemnya kita hang out berlima. 2 cowok, 3 cewek. Ga tentu arah tujuan kemana mau nongkrongnya, akhirnya kita nemu suatu tempat yg cukup creepy, yaitu DBC Spaghetti. Anak-anak gaul pasti tau tempet itu kan? Bahkan katanya sempet diulas masuk TV. Apa yang menjadi keunikan tempat itu? Ada suatu ruangan yang cukup gelap (remang-remang) semacam penyimpanan coklat, yang “dijaga” oleh seseorang yang berjubah gelap, cadar menutup seluruh muka, dan tidak banyak cakap. Hanya bilang “..testerr….tester” hihihi.. gue sempet banyak nanya, dia cuman bilang “…tester..tester”. Cukup unik, dan cukup mahal untuk harga coklat tsb, Rp.28.500.-. Gue rasain standar2 aja sik ya rasanya, ya namanya juga coklat, cuman mungkin kerna sense of thrill-nya aja yang membuatnya “mahal”. Lokasi di belakang rumah tersebut seperti kurang terawat penuh ilalang, dan cukup gelap menambah suasana “kurang mengenakkan”.

Katanya sik, dulu sempet ada yg protes ketika tiba-tiba lampu seluruh ruangan dipadamkan, dan ya tadi, yang mesen menu Death By Chocolate tadi bakal di-serve sama sosok berjubah hitam tadi. Kalo dipikir-pikir sik emang creepy dengan suasana padam gelap gulita gitu, siapa yang ga nyinyir? Tapi yaa kalo gue sik fun-fun aja lah.

Talaga Warna, Puncak Pulang, dan besoknya gue meriang dan pusing kepala, batal maen ke Taman Safari Bogor. Tapi kita akhirnya mampir ke Talaga Warna, Puncak. Gue pikir Talaga Warna cuman ada di daerah Dieng waktu dulu gue pernah datang barengan study tour petani Korea Selatan. Well, the view’s quite nice. Banyak monyetnya.

Dan tempat terakhir yang kita kunjungi adalah, Kunang-Kunang, yaitu pemandian air panas yang lokasinya di Ciater, deket sama Sari Ater. Harga masuknya Rp. 30.000,- per orang, dan tiket masuk mobil Rp. 10.000.-.




Leave a Reply