Blended at weekend
Jangan tanya lagi Bandung kalo akhir pekan seperti apa. Macetnya uda kayak babi ngepet guling saos setan. Basi sebasi-basinya. Mereka-mereka memang demen memacetkan kota ini. Tapi ya mereka juga punya hak untuk “memacetkan” jalanan kota Kembang ini. Belum lagi hujan deras mengguyur di sana sini.
Akhir pekan kemarin sebenernya banyak sekali kendala yang dialami gue dan kawan-kawan. Mulai dari macet, hujan deras, ketinggalan kunci kamar, sampai susahnya mencari model gadis Bandung yang imut, cantik, kurus, putih untuk dijadikan photo model. Where the hell are you gurls? Biasanya banyak ngider yg top punya, ini malah kering. Sinting.
Perjalanan dimulai dari hari libur tanggal merah Jumat kemarin. Kumpul di Bumbu Desa PLaza Dago, bersama Putra, Windy, Shinta, Ridwan. Pengalaman makan di sana ga terlalu mengesankan. Kerna pelayanannya kurang tanggap, tidak semenarik dari apa yang terkesan dari luar. Menunya pun standar, gue kira ada sesuatu yang unik.
Wis, akhirnya pergi ke lantai atas, nyodok di Barcode. Uda lama banget ga maen bilyard, uda kaku aja. Ada kali uda setahunan ga maen, giling. Akhirnya diteruskan ke Surabi deket Enhaii. Percakapan ga jauh-jauh dari hal-hal ngalor ngidul. Akhirnya stay di Gerlong, terus besoknya ke Apartement Setiabudhi untuk photo session.
Weekend kemarin sebagian besar waktu banyak dihabiskan di jalanan. Macet, Hujan, Banjir. What a perfect blends!!

ini yang mana ike yang mana putra yak? (buat Putra, itu Windy yang dulu aku tlp bukan? hihihii …)
Ke, jalan2 aja kamu … ga ngajak2 lagi …
ayo teruslah mencoba tebak gambar, med
*saya mewakili Putra* : iya med, yang itu.
haha, iya med, windy yang itu.
btw, kok ya walopun segaring itu, rasanya masih lebih enak bandung ya dari jakarta kez.. heuahuea..