This entry was posted on Sunday, June 24th, 2007 at 2:01 am and is filed under General, Reviews. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Site Search:
June 24, 2007
Beberapa hari lalu, gue menamatkan 4 season film serial The Pretender, gue ambil cuplikan dialog mengenai cinta di salah satu episode yang menurut gue suatu dialog yang ringan tapi mengena. Ketika Jarod yang merupakan Pretender bertanya kepada ‘bapak asuh’-nya, Sydney :
Jarod : Why do people fall in love?
Sydney : You might as well ask why the stars come out at night.
Jarod : Everyone spends their whole life searching for that special someone, that person to love. But when they finally find them, it all falls apart.
Sydney : It’s paradox, isn’t it?
Sydney : But I believe it’s better to have loved and lost than never to have loved at all.
Jarod : So, you believe that love is worth fighting for. That it’s worth the pain and the effort?
Kisah Jarod yang menjadi buronan oleh suatu company yang telah ‘mendidiknya’ dari kecil sampe ia dewasa, ia adalah seorang jenius yang “diambil” dari keluarganya. Sebuah perusahaan ini yan disebut The Center menampung mereka yang memiliki kemampuan di atas rata-rata manusia biasa, tingkat kejeniusannya sangat hebat. Kemudia mereka dimasukkan ke dalam sebuah program yang berisikan simulasi-simulasi yang meng-explore kemampuan mereka, sehingga mereka pun bisa menyiasatinya dalam segala kondisi dan masalah. Mereka ini bisa menjadi apa saja, baik itu dokter, pilot, dsb. Oleh karena itu mereka disebut The Pretenders.
Jarod setelah dewasa berhasil lolos dari tempat ini, dan di real life-nya dia bisa menjadi profesi apa saja yang ia mau berbekal dengan teknologi yang juga ia kuasai. Dan ia lebih memanfaatkan kemampuannya untuk membantu sesama manusia dalam hal positif. Pihak Center terus memburunya untuk dimasukkan kembali ke tempat ia “diasuh”. Jarod selalu lolos, tepatnya sering luput dari kejaran Center. Dalam setiap kisah perjalanannya, ia banyak mendapat pelajaran berharga soal kehidupan. Dan ia selalu ingin membantu orang, dan tidak menggunakan cara kekerasan, hanya sebatas memberi “pelajaran” bagi orang yang bersalah.
Film ini cukup menarik, hanya saja makin ke sini emang rada bosenin juga dengan aksi kejar-kejaran terhadap Jarod, yang terkadang juga bikin gemes karena kekonyolan yang ada. Tapi dialog yang ada pun bukan percakapan kacangan biasa, banyak yang bisa dijadikan inspirasi.
Lebih lanjut bisa baca di sini.
read comments (8)


July 3rd, 2007 at 1:40 am
Yeah, love is worth fighting for. So, go chasing it kez hueheuheueheu… btw, akhirnya gue pake desain N.Design juga neh :P
[Reply]
July 4th, 2007 at 1:06 am
love it’s all abut sacrifice :D
[Reply]
July 4th, 2007 at 8:59 am
gue baru beli 30 rock dooong!!!!! Hehehehe.. pasti kaw tak suka kez.. jadi nggak usah minjem ya!
[Reply]
July 7th, 2007 at 12:36 pm
apa arti kasih jika hati tak tenang?
apa arti cinta jika jiwa tersiksa?
sometimes the best thing is to know when to let go…
sometimes love is not enough…
[Reply]
July 8th, 2007 at 5:58 pm
If love was trust…
If love was caring…
If love about to believeng…
I don’t have that all… :p
[Reply]
July 12th, 2007 at 10:46 pm
gile.. udah lama juga gak update neh weblog..
[Reply]
July 26th, 2007 at 1:59 pm
apdet ooy apdet …
[Reply]
July 27th, 2007 at 6:04 am
idih.. tiada kreativitas sekali kamuh kez! update dong! dengan upload poto yang tampak punggungnya sajah!
[Reply]