Tadi malam, ada seseorang di seberang sana sambil memegang handphone dan sebuah buku di tangan satunya lagi. Butuh keahlian handal untuk berlaku kedua-duanya yaitu membaca dan mengirim/membalas SMS dalam waktu yang bergantian dan cepat. Bukunya itu berjudulkan Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps, ya ya mungkin judulnya sudah tidak asing lagi bagi yang suka baca-baca. Yang sudah baca sudah tau lah yak ga usah gue tulis-tulis lagi. Jadi intinya, ia bertanya kepada gue perihal berlama-lama menunggu seseorang yang kamu sukai di sebuah salon dimana memakan waktu yang cukup lama, bisa berjam-jam. Ia menginginkan jawaban jujur dari gue mengenai hal itu. Hmm.. berhubung guenya lagi ingusan (maksudnya pilek) yang mana mengganggu performance otak gue (ingus-ingus itu masuk ke kepala dan mengkontaminasi bagian dalam otak), tapi tetap gue berusaha keras menjawab sebisanya, yang jelas gue jujur.
Jika, gue sendiri ketika berhadapan dengan situasi seperti itu, tergantung situasi kondisinya (cari jalan aman ni jawabannya), misalnya si doi lagi nyalon berjam-jam tapi guenya dikasih eskrim sebakul dengan berbagai macam rasa, “that would be great, rite?“   Tetapi jika hanya dibekali dengan majalah-majalah wanita yang pastinya berbicara seputar wanita, gadis, dan kecantikan, so on.. brr can’t you imagine the situation? Dan pastinya kamu akan selalu menjadi bahan lirikan yang menggoda atau malah lirikan curiga dari mbak-mbak yang lagi nyalon korbannya (based on my experience *sigh*).

Kira-kira apa yang ada di benak si mbak-mbak itu ketika melirik (aneh) kita-kita kaum pria yang sedang menunggu kekasihnya atau seseorang yang kamu sukai? Siapa yang tahan akan sinar kecurigaan yang terpancar dari mereka-mereka itu, gue males aja, sebisa mungkin gue hindari terkena sinar-sinar ituh. Skip mbak-mbak ituh, gue jujur aja ga bisa bertahan lama di posisi itu apalagi tanpa ada sesuatu yang menyenangkan, seperti tadi contohnya ada eskrim, atau ga majalah yang nyambung sama interest gue yaitu seputar internet & komputer, maybe? (ada ya majalah itu di salon-salon?). yaa paling banter ngulik-ngulik HP, keluar masuk Inbox SMS, Phonebook. Bisa juga nelfon temen, itu pun kalo kebetulan lagi bawa HP.

Itu gambaran yang sudah-sudah, i mean, jika memang gue lagi situasi mood santai atau mood love (halah) gue ga masalah nunggu lama si doi, yang hampir tiada henti gue menatapnya dari kejauhan di sebuah kursi tunggu, kayak agen spionase lagi menjalani tugas, eh salah ding, kayak bodyguard yang memberi layanan 24hours total protection

So jawabannya gimana? Suka apa engga nunggu cewek yang berlama-lama di salon? Ngegantung jg coy, gue lihat situasi dulu bow. Jadi gue bisa ga tahan, bisa juga tahan dikarenakan ada sesuatu yang bisa menghibur, (kerna pun bisa jadi kerna ada suatu perjanjian khusus). Menghibur yang seperti gimana? Bukan berarti yang negatif-negatif yak, seperti ngelaba sama mbak2 salonnya juga, gue tipe setia, mata gue itu ga nakal kok.

Dengan catatanya yaa, dalam artian kalo cewek itu yang memang gue sukai dan gue sayangi, kalo ga suka ngapain cing gue tungguin! Ya thooo?? Jujur lah itu juga berlaku di kalian..

Nah kemudian giliran gue yang balik bertanya, jika dikembalikan lagi situasinya ke cewek, gmana? Gue tanya jika ada cowok yang berlama-lama di depan PC, secara rata-rata gue lihat, mostly cowok sering berkutat lama dengan komputernya, entah itu nge-game, ngedit kerjaan, atau nge-dan-lain-lainnya. Dia pun berkata terus terang kalo cuman diisi maen game seperti permainan bola, dia bakal langsung pulang aja mendingan. Artinya dari pihak cewek pun berlaku sama jika di posisi yang kurang lebih sama. Siapa yang nahan nunggu lama-lama jika menunggu sesuatu yang bukan kesukaannya?

So, penantian lama itu bisa jadi ga masalah jika ada faktor penyenang, atau memang variabel A (yaitu korban penantian) itu memang tidak merasa bermasalah dengan bidang yang bukan/jarang ia jalani, mungkin bisa kita namakan faktor X. Apakah itu? Persepsikan sendiri, bisa jadi itu berupa perasaan cinta & sayang yang besar kepada variabel A dari variabel B.

Gue sebagai cowok ga tahan lama-lama di salon jika memang lagi ngerapihin rambut, dan pastinya pun cewek ga suka lama-lama di depan PC so far as i know masih banyak cewek yang ga suka hal yang berbau komputer atau tepatnya berlama-lama dgn PC, tapi yang jelas masih ada cowok yang suka berlama-lama di salon, masih banyak cewek yang (sangat) menikmati dan menyenangi berlama-lama berkutat dengan PC. So ga ada harga mati kan? Ada perbedaan di setiap orang-orang, baik itu bentuknya sebagai cowok atau cewek.

Perbedaan di antara co dan ce seharusnya dijadikan sesuatu yang indah, masalahnya bisa ga seseorang itu melihat dan membuatnya menjadi indah? (Manipulasikan otak Anda!) Kerna ga semua orang mampu dan mau untuk itu. Differents are beauty. Jangan “permasalahkan” perbedaan yang ada dengan cara yang salah, rite?

Gue ngasal ga sik? Oh, blame this bloody snot!

*Srroottttt…*

« »