HeadacheUntuk kesekian kalinya keracunan makanan meski kali ini gue rasa belum termasuk kategori tidak begitu parah tapi itu saja sudah membuat uring-uringan dan kesal bgt. Kalo dirunut-runut, gue ga pernah ngalamin hal yang aneh-aneh dengan masakan homemade ibu di rumah. Yang aneh itu selalu dari makanan beli di luar, seperti warung atau rumah makan pinggiran jalan.
Kejadian terakhir sebelum ini adalah perut gue mengalami kepedihan yang sangat, berulang kali setiap 2 menit rasa sakit itu menyerang. Menurut temen yang cukup mengerti masalah ginian dia bilang kalo itu pasti gara-gara makanan yang gue beli saat itu, ga higinis nampaknya. Dan dengan baik hati pertolongannya bisa membuat reda sakit itu, dia punya banyak stok obat, kebetulan pacarnya seorang dokter muda.

Kemarin, sehabis makan lauk ikan balado (tongkol) sekitar 5-10 menitan kepala gue berasa senut-senut, awalnya gue pikir pusing biasa karena kecapean. Tapi kenapa menjadi berdebar-debar dan degupnya menjadi kencang? Perasaan gue jadi ga enak, jadi teringat kejadian yang dulu-dulu. Gue langsung berasumsi kalo ada yang ga beres dengan makanan yang gue makan sebelumnya, ah lagi-lagi gue mengalami hal kayak gini. Dulu pernah 2 tahun lalu gue mengalami hal yang serupa, yaitu makan ikan tongkol yang beli dari tukang sayur keliling. Tak lama habis itu kepala gue pusing-pusing, berdebar-debar kencang ga karuan, badan lemas.

Pertolongan pertamanya adalah gue langsung banyak minum air mineral yang banyak dan langsung bawa tidur. Berasa banget degup demi degup berirama techno, sudah dibawa istirahat pun masih juga tidak membaik. Akhirnya gue paksa untuk keluar cari susu (steril) dengan badan rada terhuyung-huyung menahan sakit kepala ini. Setelah diminum, reaksinya begitu cepat langsung pengen muntah. Dan muntah lah gue di WC. Keluar sebagian besar makanan siang gue. Cukup legaan, tapi masih mengganjal di kepala gue masih senut-senut. Dibawa tidur lagi, tetap saja tidak hilang naik turun kadang baikan kadang menyerang lagi sakitnya.

Lagi-lagi gue paksa untuk keluar cari maem malem, sekalian cari obat pusing kepala. Selepas makan obat gue langsung istirahat, hasilnya cukup melegakan bikin reda sakit kepala. Tapi badan gue masih lemas untuk banyak bergerak. Padahal harus beberes skripsi untuk sidang terakhir.

Gue kangen masakan rumah ibu di rumah, just feel safe aja. Bikinan emak lebih enak dan kena di hati, pasti karena ada bumbu kasih sayang *haha* Ga pernah kejadian aneh-aneh sampe bikin sakit kayak gini, tapi kalo alergi memang pernah sekali, yaitu sama kulit udang (duh ga keren yak?). Sewaktu tinggal di Bangka masa lalu gue dan sekeluarga seafood lover, sering makan makanan laut seperti ikan, kepiting, kerang, udang. Justru makan ayam ga terlalu sering.

Well, hidup sendiri di Bandung memang harus pandai-pandai mengurus diri, tidak bisa selalunya mengharapkan bantuan orang lain. Akan sangat beruntung jika ada yang mau membantu ketika lagi sakit, dan gue jarang mau kasih kabar ke orang-orang, seperti keluarga dengan alasan tidak mau membebani pikiran dan merepotkan banyak orang (unless they voluntary want to help). Lagipula gue uda cukup sering mengurus diri ketika kondisi lagi low atau ga fit, harus bisa tough hidup sendiri di negeri perantauan. Tapi, boleh kan pengen dimanjain sekali-kali..hiks.. kok jadi mewek gini :(

Salah satu referensi informasi kalo terjadi keracunan makanan bisa dilihat di sini, sini, dan sini.

Dan juga, referensi perihal racun ikan juga bisa dilihat di sini.

Semua jenis ikan berpotensi menjadi racun, kalau penangkapannya dengan cara membom atau meracuni. Namun secara statistik, ikan yang lebih banyak berpotensi menjadi racun adalah ikan tongkol.

Demikian Kepala Instalasi Rawat Darurat (IRD) Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. Dr. WZ Johannes-Kupang, dr. Frank Touw.

“Jadi semua ikan berpotensi menjadi racun,..

Banyak juga kejadian serupa yang berurusan dengan ikan tongkol, cari lebih banyak lagi referensinya di sini.

Ikan (Tongkol) Keparat!

« »