Travel Bandung Jakarta PP
Sekarang kalo mau ke Bandung di akhir pekan harus sigap memesan tiket kereta atau travel yang berjamuran tujuan Bandung. Beda seperti dulu ga sebanyak sekarang orang yang menggunakan travel. Tidak lagi bis yang lebih banyak memuat umat di dalamnya. Alasan menggunakan travel yaitu lebih cepat ketimbang kereta atau bis, dan lebih dekat dengan lokasi rumah yang bersangkutan. Memang lebih mahal dari layanan transportasi lainnya. Harga sekarang semenjak kenaikan BBM memang melonjak di kisaran 70ribu per tiket. Dan mereka berlomba-lomba untuk menarik pelanggan sebanyak-banyak. Ga perlu promosi gede-gedean pun calon penumpang sudah pasti banyak sekarang ini.
2006 yang lalu gue lebih banyak menggunakan kereta yang kemudian beralih ke travel, saat itu gue senang naik Daytrans. Sopirnya juga cukup ramah, harga tiketnya pun cukup murah bagi member 50ribu saja. Tetapi sekarang harganya sudah tidak jauh beda dengan travel lainnya. Sekitar 2 tahun gue berlangganan travel tsb bolak balik Bandung Jakarta (seminggu di Bandung, seminggu di Jakarta), kemudian gue naik kereta lagi setelah kelulusan perkuliahan di awal tahun 2008. Harga tiket kereta sudah turun menjadi 45ribu saja untuk Argo Gede, lebih murah padahal dulu 75ribu. Selisih turunnya cukup besar. Tapi saingan gue untuk mendapatkan tiket pun banyak, banyak yang ‘pulang kampung’ ke Bandung. Mau ga mau harus booking beberapa hari sebelumnya, bahkan seminggu dari H.
Sudah cukup banyak travel yang gue coba, mulai dari Daytrans, X-Trans, CitiTrans, P Travel, Cipaganti Travel, dan StarShuttle. Semuanya mencoba mengakomodir penumpang dengan tujuan pool yang beragam, ada yang lewat Mampang, Blok M, Karet, dsb. Untuk sekarang ini jika gue ga dapet tiket kereta, pilihan alternatifnya adalah naik StarShuttle di Tendean Plaza. Cukup dekat dengan lokasi kantor gue, Mampang. Dan harganya pun masih murah, 60ribu ketimbang travel lainnya. Dan pool di Bandung-nya pun tidak terlalu jauh dari lokasi kost gue.
Satu hal yang gue perhatikan, setiap mobil travel ada sticker yang berisikan pesan Costumer Service, jika sopir ugal-ugala, ngobrol di perjalanan, atau melewati bahu jalan tol, hendaknya melaporkan ke pihak terkait. Yang sering naik layanan ini gue rasa sering melihat sopir travel melewati bahu jalan tol demi menghindari macet atau kendaraan yang lambat di jalan tol. Sesungguhnya hal ini memang cukup membahayakan pengemudi dan penumpang. Karena akibatnya bisa fatal apalagi dengan kecepatan yang cepat. Gue yang sering duduk di depan terkadang merasa sah-sah saja, pun gue berjiwa sembalap kalo bawa mobil. Tapi kasusnya jika sudah membawa umat itu beda lagi, karena hal itu bisa dibilang kurang profesional selaku sopir travel. Yah dilema juga, ada penumpang yang ingin cepat sampai di tujuan, ada juga yang santai-santai aja asal selamat. Nampaknya si sopir lebih memilih pilihan pertama, karena dia juga ingin cepat sampai di tujuan. Pelanggaran atas aturan kecil tadi sudah lumrah. Ya selagi masih bisa mengendalikan kendaraan dengan handal dan baik, gue ga masalah. Tapi kalo belum pro lebih baik jangan deh :D







