Archive for the ‘ Blabbering ’ Category

Piala Dunia 2010

Sepertinya Piala Dunia 2010 kali ini lebih banyak mandulnya dalam mendulang gol-gol. Lebih banyak berhasil seri dengan skor kecil atau selisih 1-0. Terkadang sudah bagus ritme permainannya, tetapi tetap saja gagal menghasilkan skor ke tim lawan. Kali ini gue mendukung banyak negara, tidak spesifik di Piala Dunia sebelumnya. Timnas seperti Korea Utara pun ikut gue dukung, atau minimal timnas dari Asia, seperti Korsel, Jepang. Yang jelas gue ga ingin timnas Jerman, Brasil, Belanda menang di Piala Dunia 2010 ini. Yang jelas gue bosan dengan Brasil dan Jerman. Read more

Narsis

Orang yang paling narsis adalah fotografer itu sendiri. Kenapa? Ya coba lihat sendiri, akhir-akhir ini banyak sekali foto atau avatar yang memamerkan kamera digital kebanggaannya bersama dirinya. Dan gaya yang sangat tipikal satu mata yang tertutup/di balik sebuah kamera (berhadapan dengan cermin). Iya, kameranya mahal, kameranya antik, kameranya super wah. Tapi yang bikin gue bingung, apa mesti gayanya seperti itu? Apa peraturannya bagi yang punya kamera harus berfoto/ber-avatar dengan gaya tsb? :D Jika memang ada, baru lah gue berhenti bertanya-tanya. :) No offense, dude.

Style of Life

Di dalam pencapaian tujuan akhir sebuah perjalanan hidup, “the final destination“, beragam cara dan gaya dalam menjalani kehidupan yang katanya fana dan cuman sebentar ini. Setiap orang punya caranya masing-masing, punya gaya sendiri-sendiri. Ada yang dengan cara yang biasa-biasa aja ga neko-neko ga yang aneh-aneh ga berlebihan atau juga monoton, ada yang melewatinya dengan cara hura-hura senang-senang setiap hari bahkan tanpa terlewatkan satu hari pun atas nama menikmati yang namanya kebebasan, ada yang balanced terkadang senang terkadang juga biasa-biasa saja terkadang juga tidak, ada juga yang bisa mengimbanginya dengan prinsip yang bijak, dan banyak lagi lah yak. Read more

Change

Ga akan pernah statisfied, sudah dikasih menjadi seperti ini pasti ingin menjadi seperti itu. Sudah punya ini, pengen punya itu. Itu sudah menjadi sifat natural, ingin akan sesuatu atau berubah menjadi lebih “baik”. Tentunya ga mau stuck terus-terusan dengan kondisi yang sudah ada, ada yg ingin lebih baik dari yang sekarang, ada yang ingin biasa-biasa aja kerna sudah merasa nyaman dengan yang sekarang, ada juga yang ekstrim ingin berubah lebih besar lagi (bahkan di luar kekuasaannya). Getting better or worse, there are many risks to do the change.

Wanna be..

Berani mengambil sesuatu perubahan (yang besar)?
Gue belum kayaknya :D

Differents are beauty(?)

Tadi malam, ada seseorang di seberang sana sambil memegang handphone dan sebuah buku di tangan satunya lagi. Butuh keahlian handal untuk berlaku kedua-duanya yaitu membaca dan mengirim/membalas SMS dalam waktu yang bergantian dan cepat. Bukunya itu berjudulkan Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps, ya ya mungkin judulnya sudah tidak asing lagi bagi yang suka baca-baca. Yang sudah baca sudah tau lah yak ga usah gue tulis-tulis lagi. Jadi intinya, ia bertanya kepada gue perihal berlama-lama menunggu seseorang yang kamu sukai di sebuah salon dimana memakan waktu yang cukup lama, bisa berjam-jam. Ia menginginkan jawaban jujur dari gue mengenai hal itu. Hmm.. berhubung guenya lagi ingusan (maksudnya pilek) yang mana mengganggu performance otak gue (ingus-ingus itu masuk ke kepala dan mengkontaminasi bagian dalam otak), tapi tetap gue berusaha keras menjawab sebisanya, yang jelas gue jujur. Read more

Cakap Ringan

Sebuah percakapan digital di hari yang gerah, di sebuah ruangan bersekat dinding di bilangan Mampang Prapatan XIV.

Boy A : sex is like NOKIA (connecting people), like NIKE (just do it), like PEPSI (ask for more), like SAMSUNG (everyone is invited), and like FROZZ (enak gila!!!)
Boy In the Oher Side : sex is like jogging, and the tireness after sometimes like miles far. means=if this counts, from my experience, i must’ve circled Indonesia by then.
Boy A : and women always do circle around Indonesia without exhausted!

Menerima Kenyataan

3 hari ini gue dijajah, bener2 diporsir.Can you imagine, every 5-10 minutes she asked me to do the fixing any little itchy things? Punya laptop 4 tahun kok masik gaptek?

StressBukannya ga mau nolong sik, tapi lama2 jadi annoying juga. Kesannya malah bawel gitu. Ga sabaran. Pengen serba cepet beres. Mana habis begadang di Kemang Food Festival bareng Bloggerians nonton Final Champions, ngantuk dan capek ruar biasa tapi gue tahan-tahan. Mana kalah lagi tim dukungan gue, Liverpool setelah MU uda matik duluan di hadapan Milan. Setidaknya Liverpool malem itu bermain lebih bagus ketimbang MU yang di semifinal maen buruk. Memble. Loba gaya.

Hari ini gue mau kabur dulu ah, ke daerah Timur.