Perjalanan cukup mendebar untuk sampai ke Libanon, pesawat jemputan Bruce Wayne yang gue tumpangi nyaris kena rudal kiriman musuh. Sang musuh mengaku dirinya penguasa Tanah Kelam Dataran Arab. Serangan fajar, ketika kami seisi pesawat selesai bersahur, serangan dadakan memang membuat kami cukup terhenyak, habis sahur gitu lho, nasi aja belum turun sepenuhnya ke perut. Ada yang sampe muntah-muntah, kumpulan nasi rendang pun kembali muncrat ke wastafel. View full article »
Category: Bloggerians
Masih jaman ya seseorang yang mengaku kawannya, memperlakukan tidak adil, dan sadar (tanpa sadar) merendahkan / meremehkan temannya sendiri? Seharusnya mereka ditempatkan di neraka jahanam tingkat 7. Memang hati seorang tukang sayur dan abang siomay lebih mulia dari mereka. Shame on you, pal!
Bentar lagi gue berangkat ke Libanon, membasmi dan melawan kebatilan. Gue disuruh ngegantiin shift malam Batman. Barang seminggu aje.
Pernyataan sikap gue: mengutuk keras orang-orang yang melakukan tindakan biadab yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia. Jika itu tujuannya agama, bullshit, tidak ada agama yang mengajarkan hal kekerasan seperti itu. Hanya kepuasan orang sakit semata. Tidak ada jaminan surga bagi mereka. Hanyalah neraka jahanam tingkat 7. Ikut berduka cita dan prihatin dengan kejadian bom di Bali tanggal 1 Oktober 2005.
Gue percaya Allaah Maha Adil, akan menghukum hamba-Nya yang menyimpang dan melakukan hal kekerasan terhadap sesamanya, dengan balasan yang setimpal.
Jelas sudah, tanda-tanda kiamat sudah mulai menyambangi kita, diperkirakan setahun lagi.
Pernah melihat manusia sudah tidak lagi bisa bernafas, bergerak, tersenyum, layaknya orang hidup? Sudah tidak ada lagi nyawa bersemayam di raga. Hanya seonggok tubuh mati. Jika pernah, bagaimana perasaan waktu itu? Gue waktu itu memang bertanya, kenapa ada seseorang berbaring dengan berdarah-darah di hampir sekujur tubuh, atau menutupi sebagian mukanya. Karena saat pertama kalinya, gue hanyalah seorang anak kecil yang masih belum mengerti benar namanya “datang” dan “pergi”. View full article »
Beberapa saat, gue tenggelam dalam lautan asap jahanam. Isapan demi isapan tidak berhenti, tidak pula teratur. Pikiran entah kemana hendak pergi, tapi berputar-putar di sekitaran kejadian sore tadi. View full article »
