Category: Kuliner


Steak HolycowCukup sering gue wara-wiri Jl. Radio Dalam dan pasti melihat warung steak pinggir jalanan ini dikerubungi oleh pengunjungnya. Begitu banyak yang rela mengantri demi sajian steak yang katanya masnyuk tenan. Akhirnya malam tadi gue dan Dinoi memutuskan untuk makan malam steak di sana. Sekaligus memecahkan rasa penasaran, seperti yang diperbincangkan oleh kawan-kawan dan orang lain.

Nama lokanya adalah Steak Hotel by Holycow! atau dikenal Steak Holycow. Bukanya dari 18.30 WIB, berlokasi di Jl. Radio Dalam 15 (berseberangan dengan Baso Keju, atau dekat Dim Sum). Lokanya bertenda cukup kecil tidak terlalu luas dan tidak memiliki lahan parkir karena menggunakan lahan parkir sebuah toko. Setelah sekitar 1 jam lebih (hampir 2 jam) lamanya mengantri dan menunggu nama dipanggil kayak pasien, dapat tempat duduk juga. Setelah duduk pun belum tentu cepat tersaji, tapi layanan waiter/waitress cukup memadai. Meja yang tersedia cuman ada 7 saja, sehingga jika berencana ramai-ramai ke sana (rombongan) dipastikan akan sangat sulit mendapatkan meja yang bisa mengakomodasi banyak orang (1 geng). View full article »

Gue baru kali ngerasain makan bubur dengan rasa yg masnyuk. Poll. Bukan karena ditraktirin, bukan pula mesti bilang enak di depan camer atau pacar. Tapi memang begitu adanya. Pagi-pagi mampir di kedai bubur ini di Jl. Juanda, Pekanbaru. Gue nyaris nambah 1 mangkok bubur, berhubung masih mau keliling makan pagi lagi yaitu longtong sayur jadinya gue urung niat itu.

Gue recommend untuk mampir ke bubur King di Jl. Ir. H. Juanda, Pekanbaru. Mantap kali, ga terlalu kental/sticky ga juga terlalu encer. Komposisi buburnya sudah pas di lidah, plus disuguhi cakue. Monggo….

Mesjid AgungThis is the 1st time berkunjung ke Pekan Baru, Riau. Perjalanan 1 setengah jam dengan AirAsia berlangsung lancar dan tiba aman sampai di tujuan. Meskipun ada delay sesaat sebelum take-off, hanya gara2 ada kehilangan 1 penumpang yang belum masuk ke pesawat. Jadinya diabsen gitu deh. Berangkat bersama sang kekasih, dia rada kaget kalo ternyata naek AirAsia harus rebutan kursi dan ga diperbolehkan membawa makanan dan minuman dari luar pesawat, yang mana harus beli dari pramugari selama perjalanan di udara. I told you.

Pergi liburan kali ini menjadi kesempatan gue untuk melakukan perjalanan kuliner di kota lain, apalagi jauh dari gue berdomisili (Jakarta dan Bandung).Hitung-hitung sebelum bulan puasa tiba, gue uda jalan-jalan dulu sambil makan atau kuliner sepuasnya, setelah edisi pulang kampung kmrn ke Pangkalpinang, Bangka.

Gue nginep di Camp Chevron, Rumbai di mana lingkungannya ketat dan tertib lalu lintas. Ga boleh ngebut, alias ga boleh lebih dari 40Km/jam. Terang saja hampir membuat jiwa sembalap gue berontak, tapi gue masih bisa mengontrol diri hehehe… pengalaman pertama ke Riau belum banyak keliling sik, rencananya hari ini dan besok akan terpuaskan. Nantikan saja kisah selanjutnya beserta foto-fotonya.

Happy weekend!

Bakso Lombok UlegMakan Bakso dari dulu sampe sekarang ga ngebosenin kan? Waktu kecil pasti suka jajan makan bakso, sampe usia beranjak gede pun makanan ini tetap menjadi favorit kebanyakan orang pada umumnya, mungkin ada juga yang tidak menyukai bakso (pity on them, then). View full article »

Sapi BaliBagi yang suka menu makanan berbau sapi, seputar tulang iga, nah ada tempet yang cukup asik buat makan iga sapi bakar. Menu spesialnya adalah Iga Bakar yang ditemani dengan kuah sup yang terpisah. Kali ini kulinernya ke Jogjakarta yaitu Sapi Bali, Jalan Umbul Permai, Mudal – Ngaglik – Sleman. Lokasinya berdekatan dengan sawah. Menurut sumber “katanya”, si pemilik usaha iga bakar ini dulunya Chef Koki Hotel Hyatt Jogja, tapi belum tahu pasti juga kerna gue tidak langsung mewawancarainya, hanya mampir menikmati makan saja. Well, referensi yang ini direkomendasikan oleh Dina, dkk (Cica dan Tayaya) yang demen jalan-jalan kuliner di kota Jogja. View full article »

Switch to our mobile site