<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ikez/rotten apple &#187; Vacation</title>
	<atom:link href="http://i.provoknation.com/category/vacation/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://i.provoknation.com</link>
	<description>provokNation Method</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 09:16:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Belitung : Great Sunset Islands</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2009/01/28/belitung-great-sunset-islands/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2009/01/28/belitung-great-sunset-islands/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 02:34:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[Vacation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Wacana liburan saat itu langsung disambut dengan cepat dan tanpa syak. Beberapa bijik manusia yang penuh tekanan harian dan bulanan sepakat untuk melakukan perjalanan ke sebuah pulau, melepaskan diri dari hal-hal yang menjemukan keseharian di kota besar. Siapa yang menyana (gue suka sekali dengan kata dasar &#8216;nyana&#8217;), kalau pulau yang dibidik adalah Pulau Belitung sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2077/135/43/633420284/n633420284_5570778_6291.jpg" rel="lightbox[288]"><img class="alignright" title="Pulau Burung" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2077/135/43/633420284/n633420284_5570778_6291.jpg" alt="" width="232" height="174" /></a>Wacana liburan saat itu langsung disambut dengan cepat dan tanpa syak. Beberapa bijik manusia yang penuh tekanan harian dan bulanan sepakat untuk melakukan perjalanan ke sebuah pulau, melepaskan diri dari hal-hal yang menjemukan keseharian di kota besar. Siapa yang menyana (gue suka sekali dengan kata dasar &#8216;nyana&#8217;), kalau pulau yang dibidik adalah Pulau Belitung sebagai sasaran tempat penyucian dosa besar tsb. Bermula dari Pertemuan Warpas (berlokasi Warung Pasta) di suatu malam di kota dingin Bandung, 4 muda mudi membuncahkan wacana liburan, dan hanya per mili detik saja kata sepakat itu muncul tanpa birokrasi yang punya tele-tele. <span id="more-288"></span></p>
<p>Setelah menenggak <em>refill</em> teh lemon gelas demi gelas, kami pun pulang dengan langkah yang penuh dengan iringan sepakat, liburan ke Belitung! Oh yesss! Sudah lama sekali gue ga ke sana, setelah menginjak tanah di sana pertama kalinya sewaktu gue masih bercelana pendek merah, SD!</p>
<p>Cukup basa-basinya, 6 muda mudi yang akhirnya berangkat ke Negeri Laskar Pelangi tersebut. Berangcut dengan Sriwijaya Air, tadinya mau berangkat dengan kapal laut dengan alasan lebih murah dan spending waktu lebih lama di laut bersama kawan-kawan ramai-ramai, hanya saja kondisi laut sedang tidak memungkinkan saat itu (bulan ini), di mana gelombang laut yang mencapai 4 meter tingginya. Setibanya di sana disambut oleh Ciktur dan Dewi F, sanak famili gue di Belitung. <em>Been a long time, dudes</em>. Kami pun langsung diangkut dengan angkot carteran, sesaat mengelilingi kota Belitung, memperkenalkan lokasi ATM BNI, Mandiri, dan BCA yg sangat dikhawatirkan dari awal2 oleh 6 muda-mudi tadi, kalau-kalau di sana ga ada ATM (riteee&#8230;)</p>
<p>Kami pun menginap di rumah Dewi F, sepupu gue. Hari pertama kami sudah menyambangi pantai Tanjung Pendam dihiasi makanan model tekwan, kelapa muda, dan batagor. Model tekwan-nya enak banget, affirmative. Mulailah esoknya kami melakukan petualangan mengeksploitasi keindahan pantai-pantai Belitung dengan bekal kamera digital. 3 pria dan 3 perempuan bersiap dengan dandanan ala anak pantai, kami pun bersenang-senang!</p>
<p>Kami setuju dan sepakat kalau pantai yang ada di sana (beberapanya, <em>mostly</em>) sungguh indah dan masih natural. Mohammad Ikwan atau yang dikenal dengan Kuda pun mengamininya, cetusnya &#8220;super gokil!&#8221;. Gue senang kalau teman-teman gue senang dan menikmati keindahan pantai-pantai Belitung. ;)</p>
<p>Kemana saja pantai dan daerah yang dikunjungi?</p>
<ol>
<li>Tanjung Pendam</li>
<li>Teluk Gembira (Gembira Bay)</li>
<li>Batu Lubang</li>
<li>Tanjung Kelayang</li>
<li>Tanjung Tinggi</li>
<li>Kepice</li>
<li>A1</li>
<li>Sekolah SDN Muhammadiyah yang dijadikan lokasi setting film &#8220;Laskar Pelangi&#8221;</li>
<li>Bukit Batu</li>
<li>Vihara Dewi Kwan Im</li>
<li>Burung Mandi</li>
<li>Bukit Berahu</li>
<li>Pulau Lengkuas</li>
<li>Pulau Burung</li>
<li>Burok Beraye (air terjun)</li>
</ol>
<p>Itulah tempat-tempatnya, selama hampir seminggu kami isi dengan jalan-jalan dan menyambangi lokasi tsb. Formasi pasukan ini terdiri Gue (Michael Schumacher lokal), Dina (kasir), Kuda (The man behind photos), Arfin (second driver, Collin McRae cabutan), Sendy K (penasihat perjalanan, Bu Mus-wannabe), Dewi IS (penggembira, penyanyi latar selama perjalanan).</p>
<p>Lokasi yang paling berkesan adalah Pulau Lengkuas. Pulau-pulau kecil yang tidak terlalu jauh dari Pulau Belitung yang bisa ditempuh kurang lebih setengah jam saja. Di sana ada banguan mercu suar yang juga dijadikan lokasi klip video-nya Nidji untuk soundtrack Laskar Pelangi. 3-4 orang saja yang menghuni pulau kecil nan indah itu. Ga bisa hanya disebutkan saja, tapi harus merasakannya langsung! Tidak akan menyesal dan patut juga dijadikan tempat bulan madu, bagi yang mau bumbu petualangan. Pemandangan matahari terbenam (sunset) pun ga kalah (superb) dengan negeri lain, hanya saja masih banyak mereka yang belum menyadarinya.</p>
<p>Tidaklah terkira keindahannya, kami pun sangat menikmatinya. Dan keinginan untuk kembali lagi juga tidak kecil. Dan, kami pun tidak lupa mengucapkan terima kasih banyak kepada Ciktur dan keluarga, Dewi F dan sekeluarga yang telah banyak membantu selama di Belitung. Satu hal yang gue masih kagum adalah keramahan budaya melayu sana, dan issue security yang masih lumayan baik, contohnya masih banyak orang yang meninggalkan kunci motor di motor, saking amannya! Tidak seperti Jakarta atau kota besar lainnya, jangan ditanya!</p>
<p><em>Soon or later, we&#8217;ll be back. Another season of our adventure!</em></p>
<p><strong>The photos :</strong></p>
<p><em> </em><em> </em></p>
<p><em><a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2077/135/43/633420284/n633420284_5570780_1452.jpg" rel="lightbox[288]"><img class="alignnone" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2077/135/43/633420284/n633420284_5570780_1452.jpg" alt="" width="217" height="163" /></a> <a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2077/135/43/633420284/n633420284_5570783_1473.jpg" rel="lightbox[288]"><img class="alignnone" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2077/135/43/633420284/n633420284_5570783_1473.jpg" alt="" width="217" height="163" /></a><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2009/01/28/belitung-great-sunset-islands/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liburan Tahun Baru 2009</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2009/01/02/liburan-tahun-baru-2009/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2009/01/02/liburan-tahun-baru-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 09:29:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[Vacation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Ke Jogja lagi, suatu kota yang selalu membuat gue ingin kembali, ada banyak kenangan juga terjadi di sana. Kali ini gue bersama Dinoy, perjalanan naik kereta menjadi tidak terlalu menjemukan :) Pertimbangan liburan akhir tahun di Jogja, yaitu menikmati hidangan bakar-bakaran sate dan jagung yang semacam kegiatan rutin setiap malam tahun baru di rumah Dinoy, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5351386_2596.jpg" rel="lightbox[315]"><img class="alignright" title="Malam Tahun Baru, Bakar Sate &amp; Jagung" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5351386_2596.jpg" alt="" width="170" height="128" /></a>Ke Jogja lagi, suatu kota yang selalu membuat gue ingin kembali, ada banyak kenangan juga terjadi di sana. Kali ini gue bersama <strong>Dinoy</strong>, perjalanan naik kereta menjadi tidak terlalu menjemukan :) Pertimbangan liburan akhir tahun di Jogja, yaitu menikmati hidangan bakar-bakaran sate dan jagung yang semacam kegiatan rutin setiap malam tahun baru di rumah Dinoy, bertemu dengan mamanya Dinoy, dan merayakan hari jadi pacaran pas di tanggal 1 Januari.<span id="more-315"></span></p>
<p>Hari pertama langsung menyambangi <strong>Benteng Vredeburg</strong>, di sampingnya ada pesta kuliner makanan jajanan Jogja. Lebih banyak menguasai adalah makanan bakso &amp; sate dengan beragam rasa dan khas. Besok-besoknya juga selama di Jogja diisi dengan kegiatan kuliner, makan dan makan. Tidak lupa dengan makanan <strong>Oseng-oseng Mercon</strong>! Salah satu makanan favorit gue hehe.. mengasyikkan tetapi besoknya bikin perut meleduk.</p>
<p>Sayangnya, 5 hari di sana tidak cukup bagi kami menikmati liburan di sana, pula ada hal yang harus dilakuin (Dinoy UAS tanggal 2 Januari) jadi tanggal 1 malem kami harus kembali dan merayakan hari jadi kami di kereta menuju Jakarta.</p>
<p><em>I wanna say many thanks to Ibu Wati for her kindness, i&#8217;m grateful</em>. <em>Also the Jogja family.</em></p>
<p><strong>The photos :</strong></p>
<p><a href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5351382_2038.jpg" rel="lightbox[315]"><img class="alignnone" title="Malam Tahun Baru 2009" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5351382_2038.jpg" alt="" width="119" height="88" /></a> <a href="http://photos-e.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5351388_2409.jpg" rel="lightbox[315]"><img class="alignnone" title="Malam Tahun Baru 2009" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5351388_2409.jpg" alt="" width="120" height="89" /></a> <a href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5351391_7506.jpg" rel="lightbox[315]"><img class="alignnone" title="Malam Tahun Baru 2009" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5351391_7506.jpg" alt="" width="122" height="90" /></a> <a href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5351376_7701.jpg" rel="lightbox[315]"><img class="alignnone" title="Malam Tahun Baru 2009" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5351376_7701.jpg" alt="" width="123" height="91" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2009/01/02/liburan-tahun-baru-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Africa, Here I Come!</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2008/10/11/africa-here-i-come/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2008/10/11/africa-here-i-come/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 10:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bloggerians]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[Vacation]]></category>
		<category><![CDATA[Maputo]]></category>
		<category><![CDATA[Mozambique]]></category>
		<category><![CDATA[Yellow Fever]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[The time has come! Preparasi sudah dilakukan semenjak seminggu ini. Mulai dari kolor, iPod, komik, novel, Trio Detektif, Koo Pin Hoo sampai dengan lotion anti nyamuk. Walaupun sudah suntik kuning (Yellow Fever) juga di Bandara Halim sebelum Lebaran kemarin, tetap saja gue percayakan Soffel sebagai penangkal gigitan nyamuk, we&#8217;ll see apakah manjur apa ga sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>The time has come!</strong> Preparasi sudah dilakukan semenjak seminggu ini. Mulai dari kolor, iPod, komik, novel, Trio Detektif, Koo Pin Hoo sampai dengan lotion anti nyamuk. Walaupun sudah suntik kuning (<em><a title="Yellow Fever" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yellow_fever" target="_blank">Yellow Fever</a>)</em> juga di Bandara Halim sebelum Lebaran kemarin, tetap saja gue percayakan <strong>Soffel</strong> sebagai penangkal gigitan nyamuk, <em>we&#8217;ll see</em> apakah manjur apa ga sama nyamuk sana. Paspor+Visa segala macemnya sudah rampung, tinggal tancap ke <em>airport </em>malam ini. Kali ini perjalanannya jauh sekali, melebihi perjalanan haji. Afrika, benua yang hanya sering dilihat di acara-acara flora dan fauna di televisi. Kali ini tidak hanya akan dibatasi oleh tabung TV, tapi menjejakkan kaki di sana langsung!<span id="more-259"></span></p>
<p>Debut gue pertama ke luar dari sebuah negeri ke negeri lain yang berbeda karakter budaya, kebiasaan, warna kulit, bahasa, dsb. Afrika bagi beberapa orang adalah negeri yang eksotik, juga liar. Ada yang iri (dalam artian positif tentunya) akan kesempatan gue menyambangi benua tsb, karena selama ini dia cukup sering travel ke luar negeri tetapi benua ini yang belum kesampaian dihampiri. <em>Well, your turn will come soon or later, my child!</em></p>
<p>Ada apa gue ujuk-ujuk ke sana? Dikarenakan ada <em>event </em>yang diselenggarakan oleh organisasi tempat gue bernaung, <a title="La Via Campesina" href="http://viacampesina.org" target="_blank">La Via Campesina</a>. Acaranya berlokasi di Maputo, ibukota <a title="Mozambique" href="http://www.iss.co.za/af/profiles/Mozambique/mozam1.html" target="_blank">Mozambique</a>. Ada agenda Women, Youth dll. Gue ngapain aja? Ya yang pastinya adalah urusan teknikal things, profesi gue semenjak SMA di OSIS bagian Perlengkapan, :))</p>
<p>Sudah ya, sampai jumpa lagi. Doakan perjalanan aman dan lancar walau nanti pantat bakal panas beberapa jam lamanya di pesawat. Dan doakan kembali ke negeri ini utuh seperti sedia kala.</p>
<p>PS: akhirnya gue update <a title="Wordpress" href="http://wordpress.org" target="_blank">WordPress</a> to <a title="Wordpress Latest Version" href="http://wordpress.org/latest.zip">latest version</a>, setelah setahun ga di-<em>update</em> :P Gue suka dengan navigasi dan tampilan halaman Admin WP yang baru inih, sebelumnya masih katro&#8217;.</p>
<p>PS#2: tadi siang masih nyempetin nonton <strong>Laskar Pelangi</strong> bersama do&#8217;i. Gile aje dari kemarin2 orang Bangka turunan Belitong aja belum nonton, orang Jakarta (kota besar) udah nonton 2-3x!</p>
<p><a href="http://christinewynn.com/default.aspx"><img class="alignnone" src="http://christinewynn.com/images/mozambique.jpg" alt="Mozambique Map" width="106" height="82" /></a></p>
<p><a href="http://www.getawayafrica.com/index.php?id=1235"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2008/10/11/africa-here-i-come/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liburan ke Pekan Baru</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2008/08/30/liburan-ke-pekan-baru/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2008/08/30/liburan-ke-pekan-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 01:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[The Weekend]]></category>
		<category><![CDATA[Vacation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/2008/08/30/liburan-ke-pekan-baru/</guid>
		<description><![CDATA[This is the 1st time berkunjung ke Pekan Baru, Riau. Perjalanan 1 setengah jam dengan AirAsia berlangsung lancar dan tiba aman sampai di tujuan. Meskipun ada delay sesaat sebelum take-off, hanya gara2 ada kehilangan 1 penumpang yang belum masuk ke pesawat. Jadinya diabsen gitu deh. Berangkat bersama sang kekasih, dia rada kaget kalo ternyata naek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3024/2810262782_87f320f202.jpg" title="Mesjid Agung" rel="lightbox[256]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3024/2810262782_87f320f202_t.jpg" alt="Mesjid Agung" align="right" border="0" height="75" width="100" /></a><em>This is the 1st time</em> berkunjung ke Pekan Baru, Riau. Perjalanan 1 setengah jam dengan AirAsia berlangsung lancar dan tiba aman sampai di tujuan. Meskipun ada delay sesaat sebelum take-off, hanya gara2 ada kehilangan 1 penumpang yang belum masuk ke pesawat. Jadinya diabsen gitu deh. Berangkat bersama sang kekasih, dia rada kaget kalo ternyata naek AirAsia harus rebutan kursi dan ga diperbolehkan membawa makanan dan minuman dari luar pesawat, yang mana harus beli dari pramugari selama perjalanan di udara. <em>I told you</em>.</p>
<p>Pergi liburan kali ini menjadi kesempatan gue untuk melakukan perjalanan kuliner di kota lain, apalagi jauh dari gue berdomisili (Jakarta dan Bandung).Hitung-hitung sebelum bulan puasa tiba, gue uda jalan-jalan dulu sambil makan atau kuliner sepuasnya, setelah edisi pulang kampung kmrn ke Pangkalpinang, Bangka.</p>
<p>Gue nginep di Camp Chevron, Rumbai di mana lingkungannya ketat dan tertib lalu lintas. Ga boleh ngebut, alias ga boleh lebih dari 40Km/jam. Terang saja hampir membuat jiwa sembalap gue berontak, tapi gue masih bisa mengontrol diri hehehe&#8230; pengalaman pertama ke Riau belum banyak keliling sik, rencananya hari ini dan besok akan terpuaskan. Nantikan saja kisah selanjutnya beserta foto-fotonya.</p>
<p>Happy weekend!</p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3037/2810664403_fe548d2e55.jpg" rel="lightbox[256]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3037/2810664403_fe548d2e55_t.jpg" border="0" height="75" hspace="5" width="100" /></a><a href="http://farm4.static.flickr.com/3046/2810316293_6cde770e93.jpg" rel="lightbox[256]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3046/2810316293_6cde770e93_t.jpg" border="0" height="75" hspace="5" width="100" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2008/08/30/liburan-ke-pekan-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangka &#8211; On Vacation</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2008/08/08/bangka-on-vacation/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2008/08/08/bangka-on-vacation/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 01:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Weekend]]></category>
		<category><![CDATA[Vacation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/2008/08/08/bangka-on-vacation/</guid>
		<description><![CDATA[Day 1 Seneng bisa pulang kampung sebelum harga tiket pesawat melonjak. Seperti biasa, kita disuruh dateng cepet ke bandara, tapi pesawat take off-nya molor sejam dari jadwal. Memang sik daripada mepet2 dgn keberengkatan jadinya grasak grusuk mendingan nyantai dulu di waiting room, cuman ya kelamaan. Penerbangannya lancar, cara pilot kali ini mengendalikan pesawat saat take [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3030/2810688209_da5c55287a.jpg" rel="lightbox[255]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3030/2810688209_da5c55287a_t.jpg" height="75" hspace="5" width="100" /></a><a href="http://farm4.static.flickr.com/3118/2811530804_2c63dc757e.jpg" rel="lightbox[255]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3118/2811530804_2c63dc757e_t.jpg" height="75" hspace="5" width="100" /></a><a href="http://farm4.static.flickr.com/3283/2811526442_aeb2f581fb.jpg" rel="lightbox[255]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3283/2811526442_aeb2f581fb_t.jpg" height="75" hspace="5" width="100" /></a><a href="http://farm4.static.flickr.com/3083/2810677837_8a2b34b07b.jpg" rel="lightbox[255]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3083/2810677837_8a2b34b07b_t.jpg" height="75" hspace="5" width="100" /></a><a href="http://farm4.static.flickr.com/3192/2810674531_b7b43f2cf5.jpg" rel="lightbox[255]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3192/2810674531_b7b43f2cf5_t.jpg" height="75" hspace="5" width="100" /></a><a href="http://farm4.static.flickr.com/3152/2810774985_910a2e2bd7.jpg" rel="lightbox[255]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3152/2810774985_910a2e2bd7_t.jpg" height="75" hspace="5" width="100" /></a><a href="http://farm4.static.flickr.com/3080/2811610482_dd12f9d422.jpg" rel="lightbox[255]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3080/2811610482_dd12f9d422_t.jpg" height="75" hspace="5" width="100" /></a><a href="http://farm4.static.flickr.com/3011/2810764005_564f847fdc.jpg" rel="lightbox[255]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3011/2810764005_564f847fdc_t.jpg" height="75" width="100" /></a></p>
<p><strong>Day 1 </strong><br />
Seneng bisa pulang kampung sebelum harga tiket pesawat melonjak. Seperti biasa, kita disuruh dateng cepet ke bandara, tapi pesawat <em>take off</em>-nya molor sejam dari jadwal. Memang sik daripada mepet2 dgn keberengkatan jadinya grasak grusuk mendingan nyantai dulu di waiting room, cuman ya kelamaan.<span id="more-255"></span><br />
Penerbangannya lancar, cara pilot kali ini mengendalikan pesawat saat <em>take off</em> dan <em>landing</em> cukup <em>smooth</em>. Ga ada kendala berarti selama perjalanan kemarin, hanya saja kurang sreg dengan pramugarinya yang beraut muka jutek. Tapi gue akui kalo pramugari Sriwijaya Air lebih cantik ketimbang maskapai penerbangan domestik yang lain. Wekekek</p>
<p>Tiba di Pangkalpinang sudah mendekati magrib, dijemput bapak ibu dan kakak. Terus langsung ke tempat foto untuk bikin pas foto yang buat urus surat KTP, gue butuh KK beralamatkan Jakarta. Yang nantinya buat ngurus paspor dan visa ke Afrika.</p>
<p>Setelah magrib, terus ke rumah bibi yang mengadakan acara sedekahan yaitu tradisi bibi sejak lama menyambut bulan puasa. Gue ga terlalu memusingkan apakah tradisi tersebut perlu atau tidak jika dilihat dari segi agama, gue hanya memikirkan makanannya apa aja, dan sebanyak apa gue nanti makannya hehehe. yak, semalem gue makan 3 piring lebih.</p>
<p>Pulang ke rumah, listrik masih padam. Sungguh hebat Perusahaan Litrik Negara ini, alasan klise apalagi? Kita kok mau-maunya dikacangi sama PLN. Ini kan hak kita juga untuk mendapatkan kehidupan yang layak dengan ketersediaannya listrik. Malam pun ditutup acara makan pempek Palembang dengan cahaya temaram, yang dibawa sama ibu langsung dari Palembang yang kemarin ke sana dalam acara nikahan sepupu gue, Feby.</p>
<p><strong>Day 2</strong><br />
Bangun pagi, sarapan mie goreng. Siap-siap ke keluar kota, kota Muntok atau Mentok, yang dulunya tempat peleburan timah.<br />
Perjalanan di pagi hari tidak macet, udara masih segar, cukup jauh yang ditempuh kurang lebih sekitar 3 jam lebih. Tujuannya ke sana sebenernya adalah menemani kegiata bapak yang profesinya selaku pengacara bagi kaum kecil yang teraniaya. Ada yang dibanggain dari bapak, kerna sering membela kaum kecil di daerah-daerah yang jauh dan terpelosok, cukup sering bapak hanya menerima bayaran berupa buah-buahan hasil kebun mereka, bahkan ada yang benar-benar tidak mampu bayar, tapi tak mengapa bapak tetep lanjut dengan profesinya, karena mahfum dengan kondisi yang dijalani oleh mereka kaum kecil. Hanya saja ada juga yang memanfaatka kebaikan bapak, dengan cara kabur tidak membayar hasil kerja keras keringat bapak memenangkan kasusnya. Apapun itu yang bapak dapatkan pastinya akan mendapatkan balasan yan setimpal, walaupun tidak berbentuk materi nominal uang.</p>
<p>Di tengah perjalanan, gue ditelfon oleh mas Fajar dari Trijaya FM Bandung, mengundang gue untuk hadir di acara Talk Show on Air mengulas seputar komunitas BBV, berhubung gue ga bisa mencoba untuk menghubungi teman-teman lain untuk datang, ternyata ga ada yang bisa juga, sudah terlalu padat untuk akhir pekan. Akhirnya akan diundur minggu depannya lagi.</p>
<p>Selama perjalanan juga, gue melihat suatu pemandangan yang memprihatinkan, di setiap gas station yang kami lalui di jalan dipenuhi dengan antrian truk, mobil, dkk untuk mendapat jatah BBM. Antrian yang begitu panjang, dan mereka bersedia untuk mengantri dan bermalam di dekat SPBU yang ada. Sesampai di kota tujuan pun, setiap SPBU terlihat pemandangan yang sama, antri yang mengular.</p>
<p>Shalat Jum&#8217;at di mesjid Baitul Hikmah, rasa kantuk menyerang hebat. Setan-nya ternyata bukan hanya di Jakarta aja kalo Jumatan datang mengganggu mata ini terasa berat dan tidak menyimak khotbah. Yang salah entah guenya entah si khotib, topiknya agak melantur dicoba dipaksakan untuk saling berkorelasi, rada bertele-tele sehingga terasa panjang sekali.</p>
<p>Selepas jumatan, persediaan bensin di mobil sudah menipis, yang kemudian ikut mengantri bersama truk, mobil yang antrian di SPBU. Sembari menunggu/mengantri, kita makan siang di mobil. Ibu bawa bekal nasi dan lauk dari rumah. Waktu yang pas untuk makan siang, dan semuanya makannya lahap :)</p>
<p>Ketika sudah mendekati SPBU hampir sejam menunggu, rupanya persediaan bahan bakar habis total yang mau ga mau membuat pengantri serempak koor &#8220;huu&#8221; dan klakson pun ikut meramaikan suasana. What? Selama sejam nuggu eh malah habis pas uda deket. apes dah. Akhirnya kita lanjut lagi cari bensin jual eceran di kampung-kampung yang harganya tentu saja lebih mahal yaitu 10ribu per liter. karena sudah kepepet, tidak ada option lain.</p>
<p>Kerna sudah mendekati sore, gue pun driving fast yang membuat bapak berpegangan kuat heheh, belum tahu kalo anaknya sopir transjawa hohoho (dulu pernah nyasar sepulang dari candi Borobudur, nyasar sedikit keliling jawa).</p>
<p>Perjalanan ini [un ditutup dengan kunjungan ke rumah sodara di Parit Tiga yang juga menjemput buah berulit durian, apalagi kalo bukan Durian! Hanya saja musimnya sudah berlalu jadinya hanya dapet beberapa saja, tapi cukuplah buat kami. Yang menjadi inceran durian jenis unggul dengan nama Durian Tai Babi, entah kenapa dibikin namanya begitu, dun ask me why. Tapi jika kalian belum tahu, itu rasanya manis banget, isinya gede-gede, bijinya kecil, buahnya gede bgt. So pantas lah dibilang unggul dari segi rasa, bentuk dan kepuasannya.</p>
<p>Sempet ada adegan yang tak terduga, kamera digital gue sempet direbut oleh seekor monyet kecil, namanya Luki oleh si majikan. Kamera ini bisa berada di tangannya setelah dia berhasil merebut dari tangan gue akibat gue yang lengah dan terlalu dekat posisinya, alih-alih mau ambil gambar close-up si monyet. Setelah berhasil direbut olehnya, kamera pun sempat terbanting ke lantai.. huhu.. lecet-lecet pula. untungnya masih bisa jalan, kalo rusak bisa nangis darah, atau bisa gue sembelih tu monyet (kayaknya sik ga mungkin ya, wong majikannya gendut muka galak gitu).</p>
<p>Pulang badan gempor-gempor, jadi supir emang melelahkan.</p>
<p><strong>Day 3</strong><br />
Bangun pagi hanya sedikit telat, maklum masih berasa ngantuk banget, perjalanan seharian penuh kemarin menguras energi. Terus ikut ibu pergi ke Pasar Pagi. Dulu sewaktu kecil jaman sekolah gue sering ikut ibu ke pasar ini, dan sering merengek minta beli ini itu, banyak maenan, makanan yang mengundang rasa suka buat anak kecil semasa itu. Dan tentu saja ibu tidak serta merta menuruti keinginan gue, karena ga mau dibiasain jajan-jajan yang ga penting. Di pasar ini pun biasanya banyak cerita, kalo ibunya si A, si B, si C uda ketemu pas-pasan di pasar bercerita ini itu, so jadi bisa dibilang juga Pasar merupakan media infotainment di mana segala berita, cerita, gosip berkumpul dan menyebar. Fortunately, ibu gue bukan tukang gosip heheh.</p>
<p>Sebelum mengakhiri belanja di pasar, mampir bentar untuk membeli otak-otak Bangka. Nyum-nyum, sudah lama sekali tidak merasakannya yang khas sekali, apalagi cukanya itu. Memang tidak seperti dijual di Jakarta, Bandung dan kota lain. Dan gue langsung berencana untuk membawanya ke Jakarta, bukan untuk dijual tetapi dibagikan kepada sesama. Lihat saja nanti.</p>
<p>Siang selepas tengah hari, gue bersama kakak, ibu, bapak, dan temen deket kakak pergi ke Pantai Parai, yang kemarin saat isra&#8217; mijraj ada SBY dateng dan menginap di penginapan pantai Parai. Akhirnya gue bisa berkunjung ke Pantai yang cukup indah ini. Banyak infoseputar pantai ini di majalah-majalah, bahkan tivi. Foto-fotonya menyusul ya. Setelah puas foto-foto, ada insiden kecil tapi berdarah. Ibu gue sempet tersandung di daerah bebatuan, dan kening ibu langsung mengucur darah. Gue yang sempet berpose untuk foto-foto sontak langsung menghampiri dengan perasaan was-was. Melihat posisi ibu yang sedang jatuh dan berdarah sempat membuat darah gue mendesir. Tapi, untungnya baik-baik saja. Hanya luka kecil meskipun bagi gue cukup mengerikan. Setelah diobati di bagian perlengkapan dekat resto pantai. Keadaan kembali normal. Hanya saja gue merasa ga nyaman dengan kejadian tersebut. Tujuan ke pantai ini untuk menikmati pemandangannya yang indah, dan ini karena keinginan gue pula. Gue bersyukur ibu masih dalam kondisi baik-baik saja.</p>
<p>Info seputar penginapan di Pantai Parai, harganya sekitar 800ribu untuk 1 cottage, sementara yang doublecottage sekitar 1.200.000-an. Hari sudah menjelang sore, dan kita pulang dengan dibalur keletihan yang sangat.</p>
<p>Foto-fotonya bisa diakses di <a href="http://picasaweb.google.com/jackolantern/ParaiBeach80908709PM/" title="Parai Beach" target="_blank">sini</a>.</p>
<p><strong>Day 4</strong><br />
Bangun kesiangan. Sarapan mi goreng. Siangnya berangkat lagi ke keluar kota, kali ini ke Pantai Bio, Pantai Tanjung Pesona, dan Pantai yang dekat dengan Kuil. Perjalanannya cukup jauh, lebih jauh dari pantai Parai kemarin. Suasanya masih sepi dan alami. Kerna memang belum banyak orang yang tahu atau berkunjung ke pantai Bio. Asal usul namanya gue ga tahu persis. Desas-desusnya beberapa tahun silam lamanya, dekat pantai situ pernah ada kejadian menghebohkan yaitu ditemukan mayat polisi yang dibenamkan di pinggiran pantai oleh sekelompok penyelundup timah. Kondisinya sudah cukup tragis. Jalan ke arah sana setengah tanah merah, setengah aspal. Dan ada satu jalan di pertigaan yang menuju pantai angker, warga setempat menyebutnya dengan Pantai Hantu. Sempet terbersit untuk ke sana :D</p>
<p>Setelah puas safari pantai hari ini, makan malam dibikinin nasi goreng sebakul banyaknya, rasanya juara banget, minimal harganya 15ribu kalo dijual. Terus disambung acara makan martabak manis khas Bangka. Tahu dong yang manis banget itu, gue aja cuman sanggup makan 3 saja.</p>
<p><strong>Day 5</strong><br />
Pesan otak-otak untuk dibawa ke Jakarta, dan oleh-oleh lainnya khas Bangka seperti cumi kering, kemplang rasa udang dan cumi, dan banyak lagi. Sebesar kardus.</p>
<p><strong>Day 6</strong><br />
Prepare to go home, and Siwijaya Air dengan harga yang mulai naik menjadi 500ribu kurang ceban. Selang tiga hari berikutnya naik menjadi 800ribu per kepala. Yikes..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2008/08/08/bangka-on-vacation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iga Bakar Sapi Bali</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2008/02/21/iga-bakar-sapi-bali/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2008/02/21/iga-bakar-sapi-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 17:20:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Vacation]]></category>
		<category><![CDATA[iga bakar]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[sapi bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/2008/02/21/iga-bakar-sapi-bali/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang suka menu makanan berbau sapi, seputar tulang iga, nah ada tempet yang cukup asik buat makan iga sapi bakar. Menu spesialnya adalah Iga Bakar yang ditemani dengan kuah sup yang terpisah. Kali ini kulinernya ke Jogjakarta yaitu Sapi Bali, Jalan Umbul Permai, Mudal &#8211; Ngaglik &#8211; Sleman. Lokasinya berdekatan dengan sawah. Menurut sumber [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://farm3.static.flickr.com/2334/2282282719_1ce726802e_o.jpg" title="Sapi Bali" rel="lightbox[241]"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2334/2282282719_9312f605e2_t.jpg" alt="Sapi Bali" align="right" border="0" height="75" width="100" /></a>Bagi yang suka menu makanan berbau sapi, seputar tulang iga, nah ada tempet yang cukup asik buat makan iga sapi bakar. Menu spesialnya adalah Iga Bakar yang ditemani dengan kuah sup yang terpisah. Kali ini kulinernya ke Jogjakarta yaitu <strong>Sapi Bali</strong>, Jalan Umbul Permai, Mudal &#8211; Ngaglik &#8211; Sleman. Lokasinya berdekatan dengan sawah. Menurut sumber &#8220;katanya&#8221;, si pemilik usaha iga bakar ini dulunya Chef Koki Hotel Hyatt Jogja, tapi belum tahu pasti juga kerna gue tidak langsung mewawancarainya, hanya mampir menikmati makan saja. <em>Well</em>, referensi yang ini direkomendasikan oleh <strong>Dina</strong>, dkk (Cica dan Tayaya) yang demen jalan-jalan kuliner di kota Jogja.<span id="more-241"></span><br />
Tidak hanya melulu iga bakar, tapi juga menunya variasi kok. Yang jelas iga bakarnya masuk dalam kategori Maknyus Bambang. Hanya saja, katanya sik <em>price </em>sempat naik lagi, untuk porsi iga bakar sebesar Rp. 29.000.-. Makanan Iga bakar seperti ini juga ada jualan di Jalan Kaliurang, dengan harga yang lebih murah, dan katanya juga porsinya lebih banyak :D (Menurut sumber bernama Ipan).</p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3164/2283072152_eae84366ee_o.jpg" title="Sapi Bali" rel="lightbox[241]"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2055/2283073258_d6bd51faa2_t.jpg" alt="Sapi Bali" border="0" height="75" width="100" /></a> <a href="http://farm3.static.flickr.com/2055/2283073258_bef0596322_o.jpg" title="Sapi Bali" rel="lightbox[241]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3164/2283072152_e1e24f7de1_t.jpg" alt="Sapi Bali" border="0" height="75" width="100" /></a> <a href="http://farm3.static.flickr.com/2276/2283075616_70652b9439_o.jpg" title="Sapi Bali" rel="lightbox[241]"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2276/2283075616_f43a35bc8a_t.jpg" alt="Sapi Bali" border="0" height="75" width="100" /></a> <a href="http://farm4.static.flickr.com/3015/2282289009_c0dd2d94bf_o.jpg" title="Sapi Bali" rel="lightbox[241]"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3015/2282289009_c437ba59d5_t.jpg" alt="Sapi Bali" border="0" height="75" width="100" /></a> <a href="http://farm3.static.flickr.com/2173/2282285949_8df87912b7_o.jpg" title="Sapi Bali" rel="lightbox[241]"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2173/2282285949_068818a90d_t.jpg" alt="Sapi Bali" border="0" height="75" width="100" /></a></p>
<p>Phone Camera : P990i</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2008/02/21/iga-bakar-sapi-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Why So Hurry?</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2007/05/28/why-so-hurry/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2007/05/28/why-so-hurry/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 May 2007 14:54:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Weekend]]></category>
		<category><![CDATA[Vacation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin kalian sering notice hal yang mau gue ceritain, soal antrian. Kasusnya kalo kalian sudah punya nomor tempat duduk, atau sudah pasti bakal dapet tempet, kenapa mesti buru2 masuk ke dalam? Ada yang pake dorong, ada yang maen salip. Dan yang ngelakuin pun bukan cuman anak muda yang biasanya diidentikkan kurang sopan sering berlaku begitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/hurry.JPG" rel="lightbox" title="In Hurry"><img src="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/hurry.thumbnail.JPG" alt="In Hurry" align="left" /></a>Mungkin kalian sering <em>notice </em>hal yang mau gue ceritain, soal antrian. Kasusnya kalo kalian sudah punya nomor tempat duduk, atau sudah pasti bakal dapet tempet, kenapa mesti buru2 masuk ke dalam? Ada yang pake dorong, ada yang maen salip. Dan yang ngelakuin pun bukan cuman anak muda yang biasanya diidentikkan kurang sopan sering berlaku begitu tapi justru orang yang lebih tua atau yg kita sebut bapak-bapak atau emak-emak. Begitulah mungkin yang namanya kehidupan, <em>in the same boat same destination</em>, kita pengen mendapatkan sesuatu tapi caranya beragam ada yang pengin cepet2, ada yang santai, ada yang terlambat. <span id="more-88"></span></p>
<p>Dan gue menemukan lagi pemandangan seperti itu di mata gue, di airport. Uda jelas2 dapet <em>seat </em>nomor sekian, masik juga mau buru2, padahal pesawat juga ga bakalan ninggalin penumpangnya, pasti bakal dipanggil2 sama <em>announcer</em>-nya. Gue sik bisa ngomong apa, kadang kesel juga ngeliatnya, ga elok rasanya. Dan kasus begini pun ga cuman di airport saja kan?</p>
<p>Mungkin mereka memang selalu memegang prinsip pat pat gulipat (siapa cepat dia dapat). Siapa sik yang senang kalo ada yang menyalip di depan kita begitu saja tanpa peduli yg disalip? Mentalnya bagus juga sik, mental badak muka kudanil. <em>I wonder</em>, jika itu berlaku pada mereka, apakah mereka senang digitukan?</p>
<p>Perjalanan ke Timur mengalami penundaan selama 2 jam, uda banyak aja yg ngedumel. Meski sudah disuap makan siang. Alasan yang klise yang ga mungkin transparan, &#8220;ada masalah teknis pesawat&#8221;. Bagi yang acaranya cuman pulang atau maen doang mungkin ga terlalu masalah, tapi kalo sampe ada <em>appointment </em>bisa berabe juga. Gue uda beberapa kali sik mengalami <em>flight delayed</em>.</p>
<p>Yang cuman bisa gue katakan <em>service </em>dan kondisi pesawatnya memang sepadan dengan harga yang murah, memang kalo mau yg bagus layanan dan nyaman, pilih yang mahal sekalian.</p>
<p>Satu hal lagi sifat buruk manusia, belum juga pesawat berhenti sempurna sudah ada aja yang ga sabaran pengen keluar, dan sudah ada yang cepet2 aktifin HP. Meskipun pesawat sudah <em>landing</em>, tetap saja bisa menganggu komunikasi dgn tower. Orang yang duduk di sebelah gue kmrn langsung nelfon soal bisnis, sepertinya ada <em>appointment </em>penting. Mbok ya bisa dilakuin setelah keluar dari pesawat, atau di lobby.. <em>Why so fucken hurry</em>?? Yang namanya rejeki ga kemana2 inih. dan juga yang mau turun cepet2, kenapa mesti buru2, pesawat uda brenti, dan nanti juga dijemput. Tetap saja mereka selalu ga sabaran. <em>Are you one of them, mate?</em></p>
<p><a href="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/lidah-api.JPG" title="Lidah Api, Citraland" rel="lightbox[88]"><img src="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/lidah-api.thumbnail.JPG" alt="Lidah Api, Citraland" align="right" /></a>Akhirnya, gue tiba juga di Surabaya. Negeri yang terik, negeri di mana matahari lebih dekat keberadaannya. Dijemput <strong>Tyaz </strong>teman yang sangat baik dan  setia memandu tamunya yang baru kali ini ke Surabaya. Hehehe.. Sayangnya ga ada <em>photo session</em> seperti yang direncanakan semula, dikeranakan kesibu&#8217;an dan kecape&#8217;an. Hanya foto2 biasa dan jalan2nya cuman makan, nongkrong dan tidur. Kemarin sempet ke <strong>Gwalk</strong> di kawasan Citraland, Singapura-nya Surabaya.</p>
<p><a href="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/hos_resize.jpg" title="hos_resize.jpg" rel="lightbox[88]"><img src="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/hos_resize.thumbnail.jpg" alt="hos_resize.jpg" align="left" /></a>Makan es krim di <strong>Zangrandy </strong>yang udah sangat terkenal di sana (katanya sudah menjadi icon Surabaya). Juga sempet karaokean di <strong>NAV</strong> Kebon Bibit, dan juga ke <a href="http://houseofsampoerna.museum/" title="House of Sampoerna" target="_blank"><strong>House of Sampoerna</strong></a> yang di situ ada museum galeri produk rokok Sampoerna, pabriknya yang kita bisa lihat langsung mereka bekerja dengan kecepatan yang tangkas, juga ada restonya. Sayang gue datang di hari Minggu, mereka libur. Sempat juga kepikiran mau ke Malang bertiga, hanya saja uda kemaleman, letih pun menohok. <em>Next time</em> saja.</p>
<p><a href="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/bathroom2.JPG" title="Bathroom Hotel Mercure" rel="lightbox[88]"><img src="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/bathroom2.thumbnail.JPG" alt="Bathroom Hotel Mercure" align="right" /></a>Nginep di mana? Hari pertamanya sik gembel dulu di kost temen Tyaz, <strong>Tika</strong>. Tapi besoknya gaya bangeut dah di <a href="http://www.accorhotels-asia.com/1794/detail/default_id.aspx" title="Novotel" target="_blank">Novotel  </a>dan <a href="http://www.mercure-asia.com/6155/detail/default_id.aspx" title="Mercure" target="_blank">Hotel Mercure</a> Jalan Raya Darmo. Dua-duanya group <a href="http://www.accorhotels-asia.com/" title="Accor" target="_blank">Accor</a>. Tadinya sempet mau ke <a href="http://marriott.com/hotels/travel/subjw-jw-marriott-hotel-surabaya/" title="JW Marriott" target="_blank">JW Marriot</a>, cuman kerna <em>full</em>, wis ke sana cuman numpang pipis aja haha.. Dari kedua hotel tsb, gue lebih suka dengan <em>layout </em>dan <em>style </em>kamar mandi Hotel Mercure, meski ga pake <em>bathtub</em>. Hanya saja di Mercure koneksi wifi-nya berbayar, sementara di Novotel <em>free</em>. Di Novotel ga dapet koran di depan pintu kamar, dan ga dapet minum gratis di lobby. Ada kurang dan lebih masing-masingnya. Mercure baru berjalan 3 bulanan, dulunya bernama Mirama Hotel.</p>
<p>Many thanks to <strong>Tyaz</strong>, and <strong>kuldesak </strong>gangsta : <strong>Goya, Faridz, Nungki, Raja</strong>, dan <strong>Tika </strong>yang sudah menampung saya satu malam, <strong>Dee</strong>, dan lain-lainnya.</p>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="70%">
<tr>
<td><a href="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/img_2969_resize.JPG" title="Nungki" rel="lightbox[88]"><img src="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/img_2969_resize.thumbnail.JPG" alt="Nungki" /><br />
</a>Nungki</td>
<td><a href="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/img_2958_resize.JPG" title="Raja dan Goya" rel="lightbox[88]"><img src="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/img_2958_resize.thumbnail.JPG" alt="Raja dan Goya" /></a><br />
Raja dan Goya</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/img_2988_resize.JPG" title="Faridz" rel="lightbox[88]"><img src="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/img_2988_resize.thumbnail.JPG" alt="Faridz" /></a><br />
Faridz</td>
<td><a href="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/img_2977_resize.JPG" title="Tyaz" rel="lightbox[88]"><img src="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/05/img_2977_resize.thumbnail.JPG" alt="Tyaz" /></a><br />
Tyaz</td>
</tr>
</table>
<p><strong>Mission Accomplished.</strong><br />
Gue capek berat!! Need <strong>Sleep All Day</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2007/05/28/why-so-hurry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Datang ke kotamu,&#8230;</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2007/04/14/datang-ke-kotamu/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2007/04/14/datang-ke-kotamu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2007 04:42:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Weekend]]></category>
		<category><![CDATA[Vacation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Jogja, masih penuh pesona bagi gue. Bagi yang kesana gue yakin ga akan ingin melupakan kota satu ini, terlepas ada pengalaman apa di sana. Berangkat siang dengan pesawat sabun colek Wings Air, hihi, tiba dengan selamat dan langsung disambut dengan rintik hujan yang kemudian menjadi sangat deras. Kalo ke Jogja ga nyanyi lagu KLA Project [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jogja, masih penuh pesona bagi gue. Bagi yang kesana gue yakin ga akan ingin melupakan kota satu ini, terlepas ada pengalaman apa di sana. Berangkat siang dengan pesawat sabun colek <strong>Wings Air</strong>, hihi, tiba dengan selamat dan langsung disambut dengan rintik hujan yang kemudian menjadi sangat deras. <span id="more-55"></span></p>
<p>Kalo ke Jogja ga nyanyi lagu <strong>KLA Project &#8211; Yogyakarta</strong>, rasanya ga afdol. Ya, gue selalu memutarkan lagu itu kalau liburan ke kota gudeg itu. Akhirnya gue liburan lagi ke sini, tanpa ada tujuan &#8220;khusus&#8221;, hanya untuk liburan saja, <em>intermezzo</em> sejenak.</p>
<p><strong>Day 1.</strong><br />
Nyampe di Jogja dan langsung hujan deras, dijemput sama <a href="http://www.kedaikopi.info" title="Kedai Kopi" target="_blank">Teddie</a>, akhirnya gue nyeker kemana-mana (ga pake kasut) karena banyak genangan air dan becek yang malah bakal ngerusak sepatu baru gue *hallahh*. Bantu-bantu Teddie sebentar ngangkat barang ke kliennya, akhirnya malam itu kita jalan-jalan juga. Ga lama sik, karena hujan kembali menghiasi kota Jogja. Gue diajak ke <strong>Oseng-oseng Mercon</strong> di daerah Kauman. Awalnya gue dikasih tau kalau sambalnya pedes banget bak mercon (petasan). Sik kita coba, dan setelah gue rasakan, emang enak. Poll. Cabe yang dicampur dengan koyor, dengan perbandingan 1:4 (cabenya banyak). Setelah gue menjajalnya, ternyata bagi gue cukup lah, tapi emang dasar lidah sumatra (melayu) gue nyatakan belum cukup pedas untuk membuktikan bahwasanya rasanya sangat pedas yang bikin orang blingsatan. :D Maaf guys, ternyata gue masih sanggup, bahkan gue makan sampe 2 porsi haha.</p>
<p><strong>Day 2. </strong><br />
<a href="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/04/pemusik-di-sgpc.JPG" title="SGPC" rel="lightbox[55]"><img src="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/04/pemusik-di-sgpc.thumbnail.JPG" alt="SGPC" align="left" /></a> Akhirnya, &#8220;mercon&#8221; tadi malam bereaksi, gue sakit perut! Itulah konsekuensinya, kalau gue banyak makan cabe/sambal, besoknya mesti &#8220;ready&#8221;.  Sarapan dulu ke <strong>SGPC</strong> (Sogo Pecel) di deket kampus UGM, katanya SGPC ini sudah berdiri semenjak 40 tahunan yang lalu. Menu yang ada di situ pecel, sop, dll. Dimeriahkan pemusik tetap di situ yang katanya bisa menyanyikan lagu apa sesuai permintaan pengunjung. Dalam hati, gue pengen banget request lagu Fatboy Slim. Hihi.<br />
Well, sekarang gue lagi di <a href="http://www.kedaikopi.info" title="Kedai Kopi"><strong>Kedai Kopi</strong></a>, siap-siap menuju kota Semarang untuk menghadiri, tepatnya ikut nimbrung, gathering komunitas <a href="http://mac.web.id" title="Komunitas Mac " target="_blank"><strong>Mac</strong>.  </a></p>
<p><a href="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/04/tahurebus.JPG" title="Tahu Rebus @Eva Coffee House" rel="lightbox[55]"><img src="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/04/tahurebus.thumbnail.JPG" alt="Tahu Rebus @Eva Coffee House" align="right" /></a>Ngumpulnya di <strong>Coffee Kopi </strong>Semarang. Yang datang ga terlalu banyak sik. Cuman gue dan Teddie aja yg make Windows. <em>But, who cares rite</em>? sing penting sama2 layar 12 inch ke bawah ini heheh. Sebelum nyampe di Semarang, kita brenti dulu di <strong>Eva Coffee House</strong>. Tempatnya seperti di daerah Puncak. Di situ ada jual sirup kopi, gue belum nyoba sik cuman katanya sama aja kayak sirup tinggal kasih air [plain water] dan ga perlu tambah gula lagi. Harganya 25.000 rupiah per botol. Lepas dari gath, kita makan malam di <span style="font-weight: bold">Simpang Lima</span>, ga lama kemudian beli oleh-oleh bandeng presto buat dibawa pulang Bandung nanti. <a href="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/04/simpanglima.JPG" title="@Simpang Lima, Semarang" rel="lightbox[55]"><img src="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/04/simpanglima.thumbnail.JPG" alt="@Simpang Lima, Semarang" align="left" /></a>Harganya 48000-an untuk 1Kg bandeng yang isinya 4-5 bungkus. Tadinya gue pikir 1 bungkusnya 48ribu, ah dasar uda ngantuk jadinya matematikanya error. Lalu pergi meninggalkan semarang, yang dirundung kabut dalam perjalanan. Sampai di Jogja lagi mendekati jam 12 malam. Terus mampir en nongkrong bentar di Circle K Jakal (Jalan Kaliurang) Km 5. Damn, batere kamera digital gue <em>low battery</em>, dan chargernya ada di Bandung. Kerna kemarin <em>cam </em>dipinjem kakak gue di Cikarang, mau ga mau gue sekarang mengandal kamera dari HP ini.</p>
<p><strong>Day 3.</strong><br />
Bangun siang, habis itu nemenin Teddie ke tempet client, terus nongkrong di Kedai Kopi. Ketemuan sama sepupu gue <strong>Windy </strong>yang uda lama banget ga ketemu, pertama kali dan terakhir kali di rumahnya waktu liburan SD dulu di Palembang. Ada <strong>Erika </strong>juga ikut nimbrung. Akhirnya gue menikmati <strong>Choco Caramel</strong> yang nikmat itu.</p>
<p>Jogja ujan terus nih, lumayan ribet juga, berasa kayak di Bandung aja. cuman ya itu gerahnya ampun2 deh.</p>
<p><strong>Day 4. </strong><br />
Bangun siang lagi, kerna semalemnya banyak ngobrol dan Jogja ujan terus-terusan jadinya capek bgt. Istirahat di rumah Teddie sambil nonton <strong>Heroes </strong>(ya, akhirnya gue &#8216;nyerah&#8217; juga untuk nonton film yang sudah menjadi banyak pembicaraan oleh kawan-kawan). Terus makan siang, tepatnya makan sore di rumah makan <strong>Mbok Diah</strong>, masih di Seturan juga, habis itu balik lagi istirahat, sorenya plan jalan-jalan ke Malioboro cari oleh-oleh, dan malemnya gue plan berangkat ke Bandung.</p>
<p><strong>Day 5.</strong><br />
Gue ga jadi pulang, gue masih <em>stuck </em>di Jogja! Dan akhirnya gue jalan-jalan ke Malioboro beli ini itu, ditemenin <strong>Audy </strong>naik <strong>Vario</strong>, motor malas haha. Dan setelah mampir ke <strong>Plaza Ambarrukmo</strong> (koneksi hotspot-nya kuenceng tenanan, cuman di-<em>limit </em>make 2 jam saja) bentar, akhirnya juga gue memutuskan untuk potong rambut :P Uda ga seksi lagi nih *oalaaaaa* haha.. Malam ini gue harus balik ke Bandung.Mampir bentar ke Kedai Kopi sembari nunggu ujan reda, gue janjian sama <a href="http://doneeh.com" title="Doneeh.Com" target="_blank">Doneeh</a> ngobrol sebentar. Habis itu <em>packing </em>dan makan malem di <strong>Cak Koting</strong> deket Lempuyangan (kalo ga salah). Dan kereta Turangga pun berangkat jam 23.40.</p>
<p><strong>Day 6. </strong><br />
Nyampe Bandung 8.33 WIB. Tenggelam dalam mimpi sampe sore.</p>
<p><em>Thanks a lot to <strong>Teddie </strong>and <strong>Inge</strong>, many many verry veeerrrryy thank you! </em><br />
<em>The vacation is done, for a while. See me at the next vacation in somewhere else.  </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2007/04/14/datang-ke-kotamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikahan Dosen dan Liburan</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2007/03/20/13/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2007/03/20/13/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2007 16:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Weekend]]></category>
		<category><![CDATA[Vacation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Weekend kemarin hari yang melelahkan, sekaligus menyenangkan. Ada acara pernikahan salah satu dosen HI Ekstension yang menikah dengan salah satu mahasiswa HI Ekstension Unpad juga salah satu teman di kampus, perhelatan dilaksanakan di Bogor. Ga terlalu banyak yg hadir seperti yan diperkirakan, tapi beberapa teman yang berprofesi dosen HI juga turut hadir. Dan teman-teman dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Weekend kemarin hari yang melelahkan, sekaligus menyenangkan. Ada acara pernikahan salah satu dosen HI Ekstension yang menikah dengan salah satu mahasiswa HI Ekstension Unpad juga salah satu teman di kampus, perhelatan dilaksanakan di Bogor. Ga terlalu banyak yg hadir seperti yan diperkirakan, tapi beberapa teman yang berprofesi dosen HI juga turut hadir. Dan teman-teman dari mahasiswa HI ga seberapa yang bisa datang, mungkin dengan pertimbangan lokasi yang cukup jauh.</p>
<p>Gue dkk stay di rumah neneknya Yaya di perumahan Sempur. Dari Bandung kita berangkat Sabtu lepas Isya&#8217;, tapi mampir dulu di Daisuki, salah satu tempat favorit nongkrong, yaitu yoghurt-nya yang spesial. Lepas tu langsung ke Bogor lewat Puncak, mampir sebentar ngopi dan makan roti bakar. Serulah. Akhirnya sampe jam 12-an tengah malam di Bogor. Dan esok paginya udah harus berangkat ke gedung acara tsb.</p>
<p>Lepas dari acara itu, mampir bentar di Pie Apple yang ada nasi goreng rasa apel, dan pulang kita istirahat terus malemnya kita hang out berlima. 2 cowok, 3 cewek. Ga tentu arah tujuan kemana mau nongkrongnya, akhirnya kita nemu suatu tempat yg cukup creepy, yaitu DBC Spaghetti. Anak-anak gaul pasti tau tempet itu kan? Bahkan katanya sempet diulas masuk TV. Apa yang menjadi keunikan tempat itu? Ada suatu ruangan yang cukup gelap (remang-remang) semacam penyimpanan coklat, yang &#8220;dijaga&#8221; oleh seseorang yang berjubah gelap, cadar menutup seluruh muka, dan tidak banyak cakap. Hanya bilang &#8220;..testerr&#8230;.tester&#8221; hihihi.. gue sempet banyak nanya, dia cuman bilang &#8220;&#8230;tester..tester&#8221;. Cukup unik, dan cukup mahal untuk harga coklat tsb, Rp.28.500.-. Gue rasain standar2 aja sik ya rasanya, ya namanya juga coklat, cuman mungkin kerna sense of thrill-nya aja yang membuatnya &#8220;mahal&#8221;. Lokasi di belakang rumah tersebut seperti kurang terawat penuh ilalang, dan cukup gelap menambah suasana &#8220;kurang mengenakkan&#8221;.</p>
<p>Katanya sik, dulu sempet ada yg protes ketika tiba-tiba lampu seluruh ruangan dipadamkan, dan ya tadi, yang mesen menu Death By Chocolate tadi bakal di-serve sama sosok berjubah hitam tadi. Kalo dipikir-pikir sik emang creepy dengan suasana padam gelap gulita gitu, siapa yang ga nyinyir? Tapi yaa kalo gue sik fun-fun aja lah.</p>
<p><a href='http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/03/talaga-797163.jpg' title='Talaga Warna, Puncak' rel="lightbox[13]"><img src='http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2007/03/talaga-797163.thumbnail.jpg' alt='Talaga Warna, Puncak' align='left' /></a> Pulang, dan besoknya gue meriang dan pusing kepala, batal maen ke Taman Safari Bogor. Tapi kita akhirnya mampir ke Talaga Warna, Puncak. Gue pikir Talaga Warna cuman ada di daerah Dieng waktu dulu gue pernah datang barengan study tour petani Korea Selatan. Well, the view&#8217;s quite nice. Banyak monyetnya.</p>
<p>Dan tempat terakhir yang kita kunjungi adalah, Kunang-Kunang, yaitu pemandian air panas yang lokasinya di Ciater, deket sama Sari Ater. Harga masuknya Rp. 30.000,- per orang, dan tiket masuk mobil Rp. 10.000.-.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2007/03/20/13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

