<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ikez/rotten apple</title>
	<atom:link href="http://i.provoknation.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://i.provoknation.com</link>
	<description>provokNation Method</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Jul 2010 03:23:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Balada Ojeg</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2010/07/07/balada-ojeg/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2010/07/07/balada-ojeg/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 03:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Sarana ojeg cukup membantu bagi penggunanya untuk sampai di tujuannya lebih cepat ketimbang menggunakan sarana transportasi umum lainnya, karena bisa dihandalkan dalam situasi jalanan yang macet dan sempit. Seperti biasa jika agak telat berangkat kerja, gue memanfaatkan jasa ini untuk mempercepat perjalanan ke kantor. Jika ada penampakan gue dari jauh terlihat di tempat mangkal ojeg gang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sarana ojeg cukup membantu bagi penggunanya untuk sampai di tujuannya lebih cepat ketimbang menggunakan sarana transportasi umum lainnya, karena bisa dihandalkan dalam situasi jalanan yang macet dan sempit. Seperti biasa jika agak telat berangkat kerja, gue memanfaatkan jasa ini untuk mempercepat perjalanan ke kantor.</p>
<p>Jika ada penampakan gue dari jauh terlihat di tempat mangkal ojeg gang mereka sudah saling memberi kode, bahwasanya pasti gue bakal pakai jasa mereka. Tidak selalunya juga, terkadang mereka gue bikin &#8216;kecele&#8217;, karena gue hanya lewat saja atau memakai jasa taxi.<span id="more-418"></span></p>
<p>Dan, pagi ini gue hampir terlambat lagi dan seperti biasa tetap santai karena gue percayakan kepada tukang ojeg untuk menyiasati pagi ini untuk tidak terlalu telat masuk kantor. Setelah naik tadi, gue sempat memperhatikan sesuatu yang agak mengganjal di pikiran karena sebelumnya juga pernah merasa ganjalan seperti ini juga. Setiap kali gue naik ojeg, dan melewati pangkalan ojeg lainnya kok seperti ada yang &#8216;berkomentar&#8217;. Yang kali ini gue sempat menangkap basah salah satu dari mereka dengan mimik muka yang kurang elok sambil berteriak tidak jelas, tapi jelas dengan nada yang kurang baik pula, seperti  nada ketidaksukaan kepada orang lain.</p>
<p>Gue pikir ini ada hubungannya dengan kompetisi sesama mereka. Cukup banyak pangkalan ojeg bertebaran di daerah gue tinggal, Setiabudi. Satu pangkalan saja bisa ada banyak. Bahkan hampir setiap sudut gang atau jalan kecil ada pangkalan ojeg, dan itu pun berdekatan. Profesi seperti ini hanya bermodalkan motor dan helm. Tidak ada yang melarang mereka untuk bekerja sebagai tukang ojeg karena itu sah-sah saja. Tapi ini sudah terlalu banyak, terkadang seperti ada persaingan yang kurang sehat. Ada yang rebutan ada juga yang memakai cara giliran.</p>
<p>Mereka tidak disuruh menjadi tukang ojeg, tetapi juga mereka tidak boleh sesuka hati di dalam memberi pelayanan jasa ojeg. Keselamatan penumpang ojeg pun mesti diperhatikan, seperti menyediakan helm untuk penumpangnya, masih banyak mereka yang tidak ada kesadaran seperti itu, kalau pun ada itu hanya karena &#8216;takut sama polisi&#8217; semata, bukan pertimbangan tadi. Banyak juga mereka yang lusuh, kumal, dan berpenampilan preman (seolah-olah &#8216;awas sampeyan ngasih uang ojeg cuman sedikit!&#8217;). Berprofesi seperti ini juga bagian dari mencari nafkah, termasuk jihad juga. Tentunya hal kebersihan diri menjadi bagian dari pelayanan yang baik juga, bukan? Memang mereka sering berada di jalan sehingga sering terkena panasnya matahari, dinginnya hujan. Tapi kebersihan diri juga kudu diperhatiin.</p>
<p><em>Just a thought.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2010/07/07/balada-ojeg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Piala Dunia 2010</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2010/06/19/piala-dunia-2010/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2010/06/19/piala-dunia-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 23:04:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blabbering]]></category>
		<category><![CDATA[football]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia 2010]]></category>
		<category><![CDATA[worldcup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya Piala Dunia 2010 kali ini lebih banyak mandulnya dalam mendulang gol-gol. Lebih banyak berhasil seri dengan skor kecil atau selisih 1-0. Terkadang sudah bagus ritme permainannya, tetapi tetap saja gagal menghasilkan skor ke tim lawan. Kali ini gue mendukung banyak negara, tidak spesifik di Piala Dunia sebelumnya. Timnas seperti Korea Utara pun ikut gue [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya Piala Dunia 2010 kali ini lebih banyak mandulnya dalam mendulang gol-gol. Lebih banyak berhasil seri dengan skor kecil atau selisih 1-0. Terkadang sudah bagus ritme permainannya, tetapi tetap saja gagal menghasilkan skor ke tim lawan. Kali ini gue mendukung banyak negara, tidak spesifik di Piala Dunia sebelumnya. Timnas seperti Korea Utara pun ikut gue dukung, atau minimal timnas dari Asia, seperti Korsel, Jepang. Yang jelas gue ga ingin timnas Jerman, Brasil, Belanda menang di Piala Dunia 2010 ini. Yang jelas gue bosan dengan Brasil dan Jerman.<span id="more-416"></span></p>
<p>Nampaknya yang menunjukkan grafik baik sementara ini adalah Argentina dalam menghasilkan kemenangan (2x) dan gol yang lebih banyak dari timnas lain, selain Jerman yang menang 4-0 atas Australia tapi malah keok 0-1 di tangan Serbia. Sementara Inggris belum juga menunjukkan kehebatan tajinya padahal berasal dari Liga yang penuh glamor dan sukses di mata dunia, memang ga ada jaminan ya bow. Dari 2 pertandingan, cuman bisa seri 1-1 (vs USA) dan 0-0 (vs Aljazair). Sudah paten strikernya adalah Wayne Rooney, ekspetasi mulai tidak lagi tinggi dengan timnas ini. Spanyol yang gue dukung kemarin pun tidak mengawali dengan kemenangan justru takluk oleh Swiss, ayolah! Padahal setengah dari timnasnya adalah pemain Barcelona yang juga klub favorit gue setelah Manchester United. Mungkin juga Iker Casillas mesti diganti sama Victor Valdes, ndak suka Casillas dari dulu ;p</p>
<p>Kalo diperhatikan berita-berita di media massa baik cetak dan digital, mereka banyak yang terlalu sesumbar dengan kemampuan mereka sendiri. Pembuktian di lapangan lebih banyak memblenya. Kapan bisa mendapat sesuatu yang benar-benar menunjukkan kenyataan dari apa yang diumbarkan? Basi juga sebenernya.</p>
<p>Terlepas dari semuanya itu, Piala Dunia 2010 juga menjadi kemenangan bagi rakyat kecil yang hanya cukup bermodalkan antena tv biasa tanpa harus bayar mahal berlangganan siaran digital seperti Liga Inggris dan Liga lainnya untuk menikmati sepenuhnya siaran Piala Dunia 2010. Juga memberi dampak yang cukup baik dari segi trafik lalu lintas yang cukup lengang ketika ada siaran yang sedang berlangsung, jam-jam 18.30 dan 21.00 WIB.</p>
<p>Ah Piala Dunia, perhelatan akbar 4 tahunan ini memang magnet bagi banyak orang sekalipun bukan penggemar sepakbola. Banyak yang mendapat keuntungan darinya. Semua orang bergembira menyambut momen besar ini, diiringi dengan harapan besar kepada timnas jagoan dari negara-negara yang ikut serta.</p>
<p>Terlepas dari peliknya masalah yang ada di negara ini, mari kita lupakan sejenak untuk menikmati pertandingan yang ada, 4 tahun sekali dan hanya dalam waktu sebulan. Bagaikan hari raya bagi penggemar sepak bola.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2010/06/19/piala-dunia-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Steak Hotel by Holycow!</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2010/06/07/steak-hotel-by-holycow/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2010/06/07/steak-hotel-by-holycow/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 07:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[holycow]]></category>
		<category><![CDATA[steak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Cukup sering gue wara-wiri Jl. Radio Dalam dan pasti melihat warung steak pinggir jalanan ini dikerubungi oleh pengunjungnya. Begitu banyak yang rela mengantri demi sajian steak yang katanya masnyuk tenan. Akhirnya malam tadi gue dan Dinoi memutuskan untuk makan malam steak di sana. Sekaligus memecahkan rasa penasaran, seperti yang diperbincangkan oleh kawan-kawan dan orang lain. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2010/06/holycowIMG_0666.jpg" rel="lightbox[398]"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-401" title="holycowIMG_0666" src="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2010/06/holycowIMG_0666-150x150.jpg" alt="Steak Holycow" width="150" height="150" /></a>Cukup sering gue wara-wiri Jl. Radio Dalam dan pasti melihat warung steak pinggir jalanan ini dikerubungi oleh pengunjungnya. Begitu banyak yang rela mengantri demi sajian steak yang katanya masnyuk tenan. Akhirnya malam tadi gue dan Dinoi memutuskan untuk makan malam steak di sana. Sekaligus memecahkan rasa penasaran, seperti yang diperbincangkan oleh kawan-kawan dan orang lain.</p>
<p>Nama lokanya adalah <strong>Steak Hotel by Holycow! </strong>atau dikenal Steak Holycow. Bukanya dari 18.30 WIB, berlokasi di Jl. Radio Dalam 15 (berseberangan dengan Baso Keju, atau dekat Dim Sum). Lokanya bertenda cukup kecil tidak terlalu luas dan tidak memiliki lahan parkir karena menggunakan lahan parkir sebuah toko. Setelah sekitar 1 jam lebih (hampir 2 jam) lamanya mengantri dan menunggu nama dipanggil kayak pasien, dapat tempat duduk juga. Setelah duduk pun belum tentu cepat tersaji, tapi layanan waiter/waitress cukup memadai. Meja yang tersedia cuman ada 7 saja, sehingga jika berencana ramai-ramai ke sana (rombongan) dipastikan akan sangat sulit mendapatkan meja yang bisa mengakomodasi banyak orang (1 geng). <span id="more-398"></span></p>
<p>Setelah tersaji sekitar 15 menit &#8211; 30 menit, gue agak terbelalak dengan steak yang cukup besar dan tebal ukurannya (gue pilih Australian Sirloin) ketimbang gue makan steak di tempat lainnya. Harganya pun murah untuk ukuran seperti itu, sekitar Rp.45.000. Ini namanya Kualitas Bintang Lima, harga Kocek friendly. Minumannya ada Ice Tea yang bisa isi ulang gratis, terdiri dari 3 rasa yaitu Lemon, Blackcurrant dan Green Tea seharga Rp.6.500. Dan menu standar lainnya.</p>
<p>Sayangnya, mereka tidak menerima layanan Take Away dan Delivery. Salah satu tips, datanglah 15 menitan lebih awal dari jadwal bukanya. Bagi penggila daging makan di sini cukup puas walau tempatnya rada sempit. Sebelum makan enak, harus berjuang dulu dalam antrian.</p>
<p>Masih ada menu lainnya yang tidak kalah enak, yang jelas yang paling murah dan enak adalah Australian Sirloin tadi. Jangan terlalu banyak pakai saus sambal, rasakan cita rasa tersembunyi di balik ketebalan steak tsb.</p>
<p>Selamat menikmati dan antrii&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2010/06/07/steak-hotel-by-holycow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Modem 3G: Indosat Matrix Setting</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2010/06/03/modem-3g-indosat-matrix-setting/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2010/06/03/modem-3g-indosat-matrix-setting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 05:27:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[How To]]></category>
		<category><![CDATA[3g]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>
		<category><![CDATA[matrix]]></category>
		<category><![CDATA[modem]]></category>
		<category><![CDATA[setting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya gue beli lagi modem 3G untuk bisa dipakai di Mac, karena modem yang sebelumnya tidak mendukung Mac OS X. Masakan harus ke Windows dulu hanya untuk bisa daring (online) di luar kantor? Kartu yang gue pakai adalah Matrix Indosat, yang sebulannya hanya Rp.110.000.- untuk pemakaian tidak terbatas. Yang sering kali gue lupa adalah konfigurasinya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya gue beli lagi modem 3G untuk bisa dipakai di Mac, karena modem yang sebelumnya tidak mendukung Mac OS X. Masakan harus ke Windows dulu hanya untuk bisa daring (online) di luar kantor? Kartu yang gue pakai adalah Matrix Indosat, yang sebulannya hanya Rp.110.000.- untuk pemakaian tidak terbatas. Yang sering kali gue lupa adalah konfigurasinya, padahal sudah cukup sering ;p</p>
<p>Sebagai pengingat buat gue pribadi, umum juga:</p>
<div id="_mcePaste">APN: indosat3g</div>
<div id="_mcePaste">Access Number: *99#</div>
<div id="_mcePaste">User Name: indosat</div>
<div id="_mcePaste">Password: indosat</div>
<p>Modem yang gue gunakan adalah Vodafone . Ternyata mendukung juga untuk digunakan di Ubuntu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2010/06/03/modem-3g-indosat-matrix-setting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adium</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2010/06/02/adium/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2010/06/02/adium/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 00:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[adium]]></category>
		<category><![CDATA[messenger]]></category>
		<category><![CDATA[multichat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Ini merupakan instant messaging application gratis dan open source yang terintegrasi dengan berbagai layanan messenger seperti Yahoo! Messenger, Google Talk, Jabber, ICQ, Facebook, AIM, MSN, dan banyak lagi. Layanan ini bagaikan one stop service messenger (multi-chat) dikhususkan bagi pengguna Mac OS X. Layanan ini mulai diluncurkan pada September 2001 oleh Adam Iser, dimana hanya mendukung AIM saja. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2010/06/Screen-shot-2010-06-02-at-7.05.11-AM.png" rel="lightbox[370]"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-371" title="Screen shot 2010-06-02 at 7.05.11 AM" src="http://i.provoknation.com/wp-content/uploads/2010/06/Screen-shot-2010-06-02-at-7.05.11-AM-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a>Ini merupakan <em>instant messaging application </em>gratis dan <em>open source </em>yang terintegrasi dengan berbagai layanan messenger seperti <strong>Yahoo! Messenger, Google Talk, Jabber, ICQ, Facebook, AIM, MSN</strong>, dan banyak lagi. Layanan ini bagaikan <em>one stop service messenger</em> (multi-chat) dikhususkan bagi pengguna Mac OS X. Layanan ini mulai diluncurkan pada September 2001 oleh Adam Iser, dimana hanya mendukung AIM saja. Seiring perkembangannya sudah banyak mendukung layanan IM lainnya yang populer, juga mendukung layanan notifikasi <a href="http://growl.info/" target="_blank">Growl</a> pada Mac. Awalnya gue tidak terlalu berminat dengan Adium setelah melihat kesan pertama pada tampilannya. Pada saat itu ada yang menggunakan Adium sebagai pengganti layanan YM, <em>contact list</em>-nya begitu aneh dan kesannya berantak. <span id="more-370"></span>Salahnya gue yang tidak mengeksplor lebih jauh pada saat itu. Jadinya gue bertahan dengan layanan messenger yang resmi dari Yahoo! sendiri. Pada akhirnya gue agak kesulitan jika harus membuka <strong>iChat</strong> (untuk GTalk) dan YM bersamaan, kemudia mencobalah yang namanya Adium tersebut. Setelah dipasangkan, ternyata sangat menarik karena bisa dikostumisasi tampilannya, selain bisa banyak menampung akun messenger dari layanan lain. Sepertinya gue cukup puas dengan Adium ini, lagipula banyak pilihan untuk kostumisasi tadi.</p>
<p>Silahkan mengunjungi websitus <a title="Adium" href="http://adium.im/" target="_blank">Adium</a> untuk mengunduhnya secara gratis, juga layanan kostumisasinya di <a title="Xtras" href="http://www.adiumxtras.com/index.php" target="_blank">AdiumXtras</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2010/06/02/adium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Narsis</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2010/05/22/narsis/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2010/05/22/narsis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 23:58:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blabbering]]></category>
		<category><![CDATA[avatar]]></category>
		<category><![CDATA[narsis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Orang yang paling narsis adalah fotografer itu sendiri. Kenapa? Ya coba lihat sendiri, akhir-akhir ini banyak sekali foto atau avatar yang memamerkan kamera digital kebanggaannya bersama dirinya. Dan gaya yang sangat tipikal satu mata yang tertutup/di balik sebuah kamera (berhadapan dengan cermin). Iya, kameranya mahal, kameranya antik, kameranya super wah. Tapi yang bikin gue bingung, apa mesti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang yang paling narsis adalah fotografer itu sendiri. Kenapa? Ya coba lihat sendiri, akhir-akhir ini banyak sekali foto atau <em>avatar</em> yang memamerkan kamera digital kebanggaannya bersama dirinya. Dan gaya yang sangat tipikal satu mata yang tertutup/di balik sebuah kamera (berhadapan dengan cermin). Iya, kameranya mahal, kameranya antik, kameranya <em>super</em> wah. Tapi yang bikin gue bingung, apa mesti gayanya seperti itu? Apa peraturannya bagi yang punya kamera harus berfoto/ber-<em>avatar</em> dengan gaya tsb? :D Jika memang ada, baru lah gue berhenti bertanya-tanya. :) <em>No offense, dude.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2010/05/22/narsis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setting MX Entry dan CNAME Records</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2009/12/07/setting-mx-entry-dan-cname-records/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2009/12/07/setting-mx-entry-dan-cname-records/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 05:10:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[How To]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya gue bisa juga mengutak-atik domain supaya bisa menggunakan Google Apps tanpa harus memiliki hosting. Awalnya gue order domain untuk salah satu client gue, tetapi hanya untuk keperluan email saja dan ingin menggunakan Google Mail. Setelah konsultasi sendikit dengan admin IdRoot, lalu gue set di Domain Manager-nya, pilih domain yang baru didaftarkan, kemudian ada tab [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya gue bisa juga mengutak-atik domain supaya bisa menggunakan Google Apps tanpa harus memiliki hosting. Awalnya gue order domain untuk salah satu client gue, tetapi hanya untuk keperluan email saja dan ingin menggunakan Google Mail. Setelah konsultasi sendikit dengan admin IdRoot, lalu gue set di Domain Manager-nya, pilih domain yang baru didaftarkan, kemudian ada tab DNS (free). Masuk ke halaman tsb dan mulai mengkonfigurasi MX Entry dan CNAME Records-nya. <span id="more-346"></span></p>
<p>Konfigurasi CNAME Records bisa langsung loncat ke <a href="http://www.google.com/support/a/bin/answer.py?hl=en&amp;answer=47283" target="_blank">halaman instruksi</a> di Google.</p>
<p>MX Entry yang gue masukkan awalnya salah, dan hampir 3 hari gue menunggu resolving dan setelah mendapat referensi hasil googling, akhirnya bisa juga dengan cepat (resolved).</p>
<p>Berikut cara singkatnya :</p>
<ol>
<li>Masukkan ASPMX.L.GOOGLE.COM. (jangan lupa ada titik di belakangnya) pada kolom VALUE</li>
<li>Isi pada kolom MX PRIORITY : 1</li>
<li>Pada kolom TTL, idealnya dimasukkan nilai 3600 sesuai dengan instruksi oleh Google, tetapi rupanya nilai yang  gue masukkan 3600 tidak valid, mesti di atas 14400 seconds. Akhirnya gue masukkan 86400 seconds (yang artinya 1 hari). Ref. http://manage.idroot.com/kb/servlet/KBServlet/faq471.html</li>
</ol>
<p>Jika ingin sesuai dengan cara Google :</p>
<p>http://www.google.com/support/a/bin/answer.py?hl=en&amp;answer=33915</p>
<p>Untuk tes MX Entry yang sudah kita set tadi, bisa lakukan di <a href="http://www.google.com/support/a/bin/answer.py?answer=34181" target="_blank">sini</a>. Jika berhasil maka akan muncul informasi yang sesuai dengan kita input, dan tidak ada pesan error.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2009/12/07/setting-mx-entry-dan-cname-records/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikhlas</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2009/06/23/ikhlas/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2009/06/23/ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 08:33:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin ada kisah menarik, walau mungkin tidak juga terlalu sensasi, gue hanya ingin sedikit berbagi cerita. Selepas jalan-jalan di Mal Ambasador menemani Dinoy dan ibunya belanja, gue berencana pulang naik ojeg saja ke tempat kos Setiabudi. Ojeg yang berjejeran di depan mal sudah ramai melambai dan menawarkan jasanya. Ketika sampai pada tahap negosiasi, si tukang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin ada kisah menarik, walau mungkin tidak juga terlalu sensasi, gue hanya ingin sedikit berbagi cerita. Selepas jalan-jalan di Mal Ambasador menemani Dinoy dan ibunya belanja, gue berencana pulang naik ojeg saja ke tempat kos Setiabudi. Ojeg yang berjejeran di depan mal sudah ramai melambai dan menawarkan jasanya. Ketika sampai pada tahap negosiasi, si tukang ojeg meminta bayaran lebih dari biasanya gue pernah alami. Apakah ada kaitan stelan pakaian kerja gue jadinya dimahalin? Sementara gue keukeuh dengan harga yg gue inginkan, dia lalu bereaksi ngambek, seperti anak kecil, sok ogah-ogahan lalu mengopernya ke kawan sebelahnya, walaupun hasil negosiasinya pun sama. <span id="more-339"></span></p>
<p>Gue tatap mata si tukang ojeg sekian detik tanpa bersuara, gue pun langsung berlalu. Walau yang diperdebatkan adalah nominal yang termasuk kecil atau remeh temeh, saat itu gue ga ingin mengeluarkan sekian nominal. Mungkin gue terlalu berlebihan melakukan hal itu, mereka tukang ojeg juga bukannya rakyat biasa juga, yang tidak seberuntung gue dalam mencari uang? Bisa jadi. Tetapi kehidupan kota besar, kita pun harus pandai-pandai memilah, menilai, mana yang layak atau pantas dihargai sekian. Terkadang banyak orang yang tidak jujur untuk mencari nilai lebih, tentu saja akan sangat menguntungkan terlebih dari orang-orang yang tidak mengetahuinya.</p>
<p>Setelah sekian meter jalan kaki ke arah Rasuna Said, ada seorang bapak-bapak berkendara sepeda motor, menawarkan jasanya, dengan negosiasi cepat tidak pake lama (GPL), langsung saja gue dihantarkan ke tujuan. Sepanjang perjalanan dia banyak bercakap-cakap, terutama perihal rezeki dari aktifitas mengojeg. Bahkan sesampai di tujuan pun beliau masih juga berbicara panjang lebar, soal kejujuran, keikhlasan, rezeki, bahasanya cukup religius yang meluncur dari mulut seorang tukang ojeg dengan pakaian sederhana agak kumal.<em> At a glance</em>, dia tampak seperti orang yang baik. Semoga saja memang bapak yang baik-baik. Sedikit terenyuh, dan gue kasih lebih dari harga nego sebelumnya. Gue ga merasa rugi juga dengan memberi lebih, karena ada asupan pelajaran hidup dari orang lain. Bukan semata didasarkan rasa kasihan. Suatu hal yang bisa diambil hikmahnya, poinnya adalah &#8220;jangan mudah mengeluh&#8221;. Rezeki bisa datang kapan saja, dia sudah cukup ikhlas dari apa yang didapatkannya dari ngojeg. Walau cuman mendapat untung 5000 saja, itu sudah dianggap rezeki baginya. Tentu tidak lupa menyematkan doa di setiap harinya. Mungkin ini remeh bagi banyak orang di kota besar ini, penuh dengan ambisi cepat kaya, tidak bisa hanya mengandalkan usaha yg itu-itu saja, apa yang dilakukan dan dialami oleh bapak tadi mungkin adalah hal yang mustahil bisa dijalani oleh manusia-manusia kota besar yang angkuh, congkak, dengki dsb. Mungkin saja terbilang tidak juga orang seperti bapak tsb. Dia lalu menawarkan jasa untuk mengantarkan kemana saja jika diperlukan. Ini bisa bermanfaat buat gue nantinya, jika susah taxi atau transport lainnya.</p>
<p>Seperti 2 hari ini saat makan siang membicarakan perihal kasus salah satu artis dangdut terkenal, dan kelakuan artis/seleb lainnya yang mengalami hal serupa (kurang lebihnya) sebelumnya. Apakah mereka tidak bisa mengambil pelajaran besar dari sesama profesi? Coba inget-inget lagi siapa saja artis ibukota yang terjerumus dalam kasus perceraian dan perlakuan pasangannya? Dari sekian seleb yang ada, mereka lebih senang memilih para pengusaha yang notabene banyak dokunya. Harta, mungkin itulah yang membutakan mereka, yang kemudian mempermalukan diri mereka sendiri. Apakah mereka tidak merasa cukup dari apa yang sudah mereka dapatkan dari profesi masing-masing? Apakah mesti pengusaha untuk dijadikan seorang suami? Apakah terlalu rendah untuk bersama dengan orang biasa tetapi mau bekerja keras di jalan yang halal?</p>
<p><em>Too picky</em>, tapi ga bisa menyalahkan sepenuhnya juga, pilihan dan hak masing-masing orang, tentu saja konsekuensinya dirasakan masing-masing. Mungkin mereka belum bisa merasa ikhlas, nerima rezeki yang sudah ada, selalu ingin lebih dan lebih, itu sudah hal dasar manusia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2009/06/23/ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kumpul Bloggerian 2009 Pt.1</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2009/02/08/kumpul-bloggerian-2009-pt1/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2009/02/08/kumpul-bloggerian-2009-pt1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 03:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Community Events]]></category>
		<category><![CDATA[Photos]]></category>
		<category><![CDATA[The Weekend]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Ngumpul bareng lagi bersama Bloggerian komunitas blog tertua di Indonesia. Yang datang memang berempat saja (Markidi, Isni, gue dan Agus), sepertinya hanya itu saja yang dibilang Bloggerian &#8220;sejati&#8221; :)) Maklum, temen-temen lain sudah termakan usia masing-masing  sudah beda urusan, seperti keluarga, kerja, dlsb jadi banyak yang berhalangan datang. Lokasi pertemuan kali ini di Sky Dining [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ngumpul bareng lagi bersama <a href="http://forum.bloggerian.or.id" target="_blank">Bloggerian</a> komunitas blog tertua di Indonesia. Yang datang memang berempat saja (Markidi, Isni, gue dan Agus), sepertinya hanya itu saja yang dibilang Bloggerian &#8220;sejati&#8221; :)) Maklum, temen-temen lain sudah termakan usia masing-masing  sudah beda urusan, seperti keluarga, kerja, dlsb jadi banyak yang berhalangan datang. Lokasi pertemuan kali ini di <strong>Sky Dining @Solaria Plaza Semanggi</strong> dan dilanjutkan ke kantor Didi (belakang FX) untuk menikmati kekayaan bandwidth pemerintah :))</p>
<p><a href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2140/135/43/633420284/n633420284_5755734_8904.jpg" rel="lightbox[331]"><img class="alignnone" title="Bloggerian @Solaria Sky Dining" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2140/135/43/633420284/n633420284_5755734_8904.jpg" alt="Bloggerian @Solaria Sky Dining" width="130" height="98" /></a> <a href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2140/135/43/633420284/n633420284_5755737_9232.jpg" rel="lightbox[331]"><img class="alignnone" title="Bloggerian @Sky Dining Plangi" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2140/135/43/633420284/n633420284_5755737_9232.jpg" alt="" width="130" height="98" /></a> <a href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2140/135/43/633420284/n633420284_5755738_6514.jpg" rel="lightbox[331]"><img class="alignnone" title="Bloggerian @Sky Dining Plangi" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2140/135/43/633420284/n633420284_5755738_6514.jpg" alt="" width="130" height="98" /></a> <a href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5755743_3242.jpg" rel="lightbox[331]"><img class="alignnone" title="Bloggerian @Sky Dining Plangi" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5755743_3242.jpg" alt="" width="130" height="98" /></a> <a href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5755745_2144.jpg" rel="lightbox[331]"><img class="alignnone" title="Bloggerian Gath" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5755745_2144.jpg" alt="" width="130" height="98" /></a><a href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5755746_7150.jpg" rel="lightbox[331]"><img class="alignnone" title="Bloggerian Gath" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/135/43/633420284/n633420284_5755746_7150.jpg" alt="" width="130" height="98" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2009/02/08/kumpul-bloggerian-2009-pt1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liburan Akhir Pekan di Bandung</title>
		<link>http://i.provoknation.com/2009/02/02/libur-akhir-pekan-di-bandung/</link>
		<comments>http://i.provoknation.com/2009/02/02/libur-akhir-pekan-di-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 11:14:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikez</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Weekend]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://i.provoknation.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Sedari semalem hujan mengguyur Bandung, setidaknya daerah Dago. Berat rasanya bangun untuk kembali ke kota Jakarta mengais dollar. Penginnya lebih lama lagi berada di Bandung, menikmati suasananya, baik pagi siang maupun malam. Nyaman buat berlama-lama istirahat seharian. Tetapi pun temen-temen sudah banyak hijrah ke kota metropolitan. Bangun pagi-pagi, menyiapkan segala sesuatunya dan mau ga mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedari semalem hujan mengguyur Bandung, setidaknya daerah Dago. Berat rasanya bangun untuk kembali ke kota Jakarta mengais dollar. Penginnya lebih lama lagi berada di Bandung, menikmati suasananya, baik pagi siang maupun malam. Nyaman buat berlama-lama istirahat seharian. Tetapi pun temen-temen sudah banyak hijrah ke kota metropolitan. Bangun pagi-pagi, menyiapkan segala sesuatunya dan mau ga mau berangkat.<span id="more-324"></span></p>
<p>Melangkah dengan diiringi hujan rintik-rintik, gue memenuhi angkot yang mengangkut mahasiswa ITB, yang tertangkap dengar oleh kuping gue kalo mereka bit stress dengan <em>quiz</em> hari ini. 80% isinya mahasiswa di dalam angkot. Hanya gue yang bercelanakan selutut. Spot pemberhentian sudah pasti di lokasi dekat kampus. Gue mendapati kejadian yang dulu juga pernah berlaku sama gue. Seorang pemuda, ditaksirkan masih semesteran awal-awal. Dia menyerahkan uang 50.000 rupiah untuk membayar angkot, apa yang terjadi tentu saja mudah ditebak. Supir angkotnya langsung menyatakan ga ada kembalian dengan uang sebesar itu. Agak kesel dari nadanya, karena masih pagi-pagi dia baru narik sudah disodor uang dengan nominal besar untuk tarif si penumpang hanya 1.000 rupiah saja dari tempat daerah kost gue. Akhirnya pemuda tadi digratiskan, ga perlu bayar angkot daripada si abang supirnya rugi recehan dan uang kembaliannya habis buat si doski.</p>
<p>Hal itu menggelitik gue, si mahasiswa itu gue yakin dia bukan pertama kali naek angkot itu, dan tentu saja bukannya ga boleh memiliki uang dengan nominal tersebut. Hanya saja, tidakkah bisa sedikit berpikir kalo tarifnya sampe ke lokasi itu hanya membutuhkan nominal sekian. Jangan lah pula menyusahkan si sopir angkot (meski kadang-kadang sopir angkot juga mengesalkan penumpang). Hendaknya bisa mempersiapkan uang pas atau receh untuk naik angkot, kalopun perjalanannya jauh masih make sense karena tarifnya sudah pasti beda dan hitungan terjauh. Kejadian itu bukannya 2-3 kali gue melihatnya. Gue merasa itu bisa jadi semacam akal-akalan saja dengan memberi uang sebesar itu, kalo 10ribu masih bisa laa walaupun kadang diterima dengan dengusan kecil.</p>
<p>Hal yang kurang lebih sama adalah ketika sedang membeli barang atau pun jasa di suatu tempat, sering ditanya &#8220;ada uang pas?&#8221; Kadang pun nominal uang yang gue serahkan ga terlalu gede, untuk ukuran suatu tempat jual beli yang cukup besar terkadang membuat gue risih. Jadi kalo mau kemana-mana, untuk membeli sesuatu itu harus siap sedia uang pas, ga boleh pake uang gede-gede. Punya uang banyak salah, punya uang sedikit salah juga. Seesh&#8230;</p>
<p>Lanjut, gue turun dari angkot dengan sambutan air hujan yang masih menyiram dari langit. Tiba dan langsung bayar uang travel Star Shuttle Cihampelas. Dan, hal di atas tadi kejadian lagi dong, &#8220;ada uang pas?&#8221; padahal.. ah sudahlah..</p>
<p>Gue masih memilih naik travel BDG &#8211; JKT ini karena pertimbangan masih murah ketimbang travel lain yang serupa dan marah di Bandung. Hanya sayangnya soal kualitas operasionalnya belum organized semacam X-Trans, CitiTrans atau Cipaganti. Ga ada announce jelas kalo sudah saatnya masuk mobil, bisa jadi ada penumpang yang sedang menunggu di lobi dalam tidak ngeuh kalo uda pada naik. Terus sopirnya pun pagi tadi sepertinya kurang ramah, tidak menjadi soal hanya saja pembawaannya a bit bumpy, beberapa kali gue terbangun tidur. Satu hal lagi, jadwalnya menjadi tidak on time, karena masih terlalu besar toleransi buat penumpang yang tidak on time, jedanya bisa 15 menit. Ya sudaa.. gue hanya penumpang biasa, bisanya ngeluh gini-gini saja.</p>
<p>Tiba di kantor dengan selamat.</p>
<p>Tentu saja gue akan kembali ke Bandung, begalor bersama kawan-kawan yang ada dan tersisa. Kemarin acaranya adalah begalor (bergaul &#8211; istilah dari Belitung) di Cloud 9 dengan formasi sama sewaktu liburan ke Belitung kemarin, minus Kuda. Sehabis nongkrong, kita unjuk kebolehan suara di NAV Plaza Dago sampe dini hari. Dan kembali ke peraduan masing-masing, dan hujan pun langsung menghampiri. Besoknya, gue datang ke diskusi sekaligus ngariung BBV di Common Room, terus berakhir di Bebek Van Java.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://i.provoknation.com/2009/02/02/libur-akhir-pekan-di-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
