Di dalam pencapaian tujuan akhir sebuah perjalanan hidup, “the final destination“, beragam cara dan gaya dalam menjalani kehidupan yang katanya fana dan cuman sebentar ini. Setiap orang punya caranya masing-masing, punya gaya sendiri-sendiri. Ada yang dengan cara yang biasa-biasa aja ga neko-neko ga yang aneh-aneh ga berlebihan atau juga monoton, ada yang melewatinya dengan cara hura-hura senang-senang setiap hari bahkan tanpa terlewatkan satu hari pun atas nama menikmati yang namanya kebebasan, ada yang balanced terkadang senang terkadang juga biasa-biasa saja terkadang juga tidak, ada juga yang bisa mengimbanginya dengan prinsip yang bijak, dan banyak lagi lah yak. View full article »
Latest Entries »
Ga akan pernah statisfied, sudah dikasih menjadi seperti ini pasti ingin menjadi seperti itu. Sudah punya ini, pengen punya itu. Itu sudah menjadi sifat natural, ingin akan sesuatu atau berubah menjadi lebih “baik”. Tentunya ga mau stuck terus-terusan dengan kondisi yang sudah ada, ada yg ingin lebih baik dari yang sekarang, ada yang ingin biasa-biasa aja kerna sudah merasa nyaman dengan yang sekarang, ada juga yang ekstrim ingin berubah lebih besar lagi (bahkan di luar kekuasaannya). Getting better or worse, there are many risks to do the change.
Berani mengambil sesuatu perubahan (yang besar)?
Gue belum kayaknya :D
Untuk kesekian kalinya keracunan makanan meski kali ini gue rasa belum termasuk kategori tidak begitu parah tapi itu saja sudah membuat uring-uringan dan kesal bgt. Kalo dirunut-runut, gue ga pernah ngalamin hal yang aneh-aneh dengan masakan homemade ibu di rumah. Yang aneh itu selalu dari makanan beli di luar, seperti warung atau rumah makan pinggiran jalan. View full article »
Makan Bakso dari dulu sampe sekarang ga ngebosenin kan? Waktu kecil pasti suka jajan makan bakso, sampe usia beranjak gede pun makanan ini tetap menjadi favorit kebanyakan orang pada umumnya, mungkin ada juga yang tidak menyukai bakso (pity on them, then). View full article »
Bagi yang suka menu makanan berbau sapi, seputar tulang iga, nah ada tempet yang cukup asik buat makan iga sapi bakar. Menu spesialnya adalah Iga Bakar yang ditemani dengan kuah sup yang terpisah. Kali ini kulinernya ke Jogjakarta yaitu Sapi Bali, Jalan Umbul Permai, Mudal – Ngaglik – Sleman. Lokasinya berdekatan dengan sawah. Menurut sumber “katanya”, si pemilik usaha iga bakar ini dulunya Chef Koki Hotel Hyatt Jogja, tapi belum tahu pasti juga kerna gue tidak langsung mewawancarainya, hanya mampir menikmati makan saja. Well, referensi yang ini direkomendasikan oleh Dina, dkk (Cica dan Tayaya) yang demen jalan-jalan kuliner di kota Jogja. View full article »

