Sedari semalem hujan mengguyur Bandung, setidaknya daerah Dago. Berat rasanya bangun untuk kembali ke kota Jakarta mengais dollar. Penginnya lebih lama lagi berada di Bandung, menikmati suasananya, baik pagi siang maupun malam. Nyaman buat berlama-lama istirahat seharian. Tetapi pun temen-temen sudah banyak hijrah ke kota metropolitan. Bangun pagi-pagi, menyiapkan segala sesuatunya dan mau ga mau berangkat. View full article »
Latest Entries »
Wacana liburan saat itu langsung disambut dengan cepat dan tanpa syak. Beberapa bijik manusia yang penuh tekanan harian dan bulanan sepakat untuk melakukan perjalanan ke sebuah pulau, melepaskan diri dari hal-hal yang menjemukan keseharian di kota besar. Siapa yang menyana (gue suka sekali dengan kata dasar ‘nyana’), kalau pulau yang dibidik adalah Pulau Belitung sebagai sasaran tempat penyucian dosa besar tsb. Bermula dari Pertemuan Warpas (berlokasi Warung Pasta) di suatu malam di kota dingin Bandung, 4 muda mudi membuncahkan wacana liburan, dan hanya per mili detik saja kata sepakat itu muncul tanpa birokrasi yang punya tele-tele. View full article »
Ke Jogja lagi, suatu kota yang selalu membuat gue ingin kembali, ada banyak kenangan juga terjadi di sana. Kali ini gue bersama Dinoy, perjalanan naik kereta menjadi tidak terlalu menjemukan :) Pertimbangan liburan akhir tahun di Jogja, yaitu menikmati hidangan bakar-bakaran sate dan jagung yang semacam kegiatan rutin setiap malam tahun baru di rumah Dinoy, bertemu dengan mamanya Dinoy, dan merayakan hari jadi pacaran pas di tanggal 1 Januari. View full article »
Akhirnya gue menulis lagi :D mungkin cairan atau zat-zat blog di dalam tubuh ini sudah terlalu sedikit untuk menulis-nulis apalagi panjang-panjang. Semenjak adanya tren baru yaitu microblogging, lebih banyak meluangkan waktu di hal baru itu. Gue sudah kembali di tanah air tercinta ini, sebuah pengalaman yang menyenangkan bisa menyambangi benua lain yang letaknya bermil-mil jauhnya dari negeri ini. View full article »
Melongok ke bawah yang hanya tampak gundukan-gundukan tanah yang membukit setelah beberapa jam perjalanan hanya dipenuhi dengan gelapnya malam, menjelang pagi ke siang gue bisa memandang sebuah bagian dari benua besar di dunia, Afrika.
Siapa yang bisa menyana gue menjejakkan kaki di tanah Afrika? Bukanlah sesuatu yang mengherankan bagi staf-staf lain yang sudah duluan atau sering ke luar negeri. But for me, what an experience and adventure!! View full article »
